Home 9 Blog 9 World Antimicrobial Resistance Awareness Week 2025 — “Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future.”

World Antimicrobial Resistance Awareness Week 2025 — “Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future.”

Nov 20, 2025 • 6 minutes read

World Antimicrobial Resistance Awareness Week 2025 — “Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future.”

World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW) kembali diperingati pada 18–24 November 2025 dengan tema global Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future. Kampanye ini mengajak seluruh dunia untuk memperkuat tindakan nyata dalam menghadapi resistensi antimikroba, salah satu ancaman kesehatan yang terus berkembang.[1]

 

 

Apa itu Antimicrobial Resistance (AMR)?

Mekanisme resistensi antimikroba pada bakteri

Mekanisme resistensi antimikroba pada bakteri. Sumber: Sciencedirect.com.

 

Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk menangani infeksi pada manusia, hewan, dan tanaman. Kelompok obat ini mencakup antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit yang berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.[2]

AMR terjadi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak merespons pengobatan yang seharusnya efektif. Kondisi ini membuat infeksi lebih sulit ditangani dan meningkatkan risiko penularan, komplikasi berat, kecacatan, hingga kematian.[2]

Perubahan genetis alami pada patogen menjadi pemicu utama, namun penyalahgunaan antimikroba mempercepat penyebaran resistensi. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi, dosis yang tidak tepat, dan pemakaian antimikroba di sektor pertanian turut memperbesar tantangan ini.[2]

 

Apa itu World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW)?

World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW) merupakan kampanye resmi WHO untuk meningkatkan pemahaman global mengenai AMR. Peringatan ini bertujuan mendorong kolaborasi lintas sektor agar penyebaran patogen resisten dapat ditekan secara sistematis.[1]

WAAW diperingati setiap 18–24 November oleh berbagai negara. Momentum ini menjadi ajakan bagi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat langkah kolektif melawan AMR.[1]

 

Tema World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW) 2025 dan Maknanya

Tema World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW) 2025 adalah Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future, menekankan urgensi tindakan nyata terhadap AMR yang sudah berdampak pada kesehatan, sistem pangan, lingkungan, dan perekonomian.[1]

Infeksi oleh mikroorganisme resisten obat meningkat di banyak negara, sementara kesadaran, pendanaan, dan intervensi belum sebanding dengan tingkat ancaman. Komitmen global melalui Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tahun 2024 menjadi dorongan kuat agar setiap sektor mulai bergerak.[1]

Aksi ini mencakup penguatan surveilans, pemerataan akses obat dan diagnostik berkualitas, pengembangan inovasi, dan pembangunan sistem kesehatan yang tangguh. Langkah-langkah tersebut penting untuk menjaga efektivitas obat saat ini dan masa depan.[1]

 

Baca juga:

Antimicrobial Resistance: Ancam 24 Juta Orang Miskin Ekstrem!

Skrining Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit: Dampak Ekonomi dan Tantangan Penerapannya

MRSA di Indonesia: Ancaman Infeksi Rumah Sakit yang Masih Mengintai dan Upaya Pengendaliannya

 

AMR dan Dampaknya pada Pasien HIV, Tuberkulosis, dan Malaria

Resistensi antimikroba menjadikan terapi infeksi umum lebih rumit dan meningkatkan risiko pada berbagai prosedur medis. Pada 2021, sekitar 4,71 juta kematian berkaitan dengan infeksi bakteri resisten, dan 1,14 juta merupakan kematian langsung akibat infeksi tersebut.[3]

Data WHO menunjukkan bahwa pada 2023, satu dari enam infeksi yang terkonfirmasi laboratorium disebabkan oleh bakteri yang kebal terhadap antibiotik yang lazim digunakan. Beban terbesar terdapat di negara berpendapatan rendah dan menengah.[3]

Wilayah dengan kasus HIV, TB, dan malaria tinggi juga merupakan area dengan beban AMR paling besar. Kondisi imun yang lemah serta kebutuhan perawatan berulang membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi bakteri atau jamur resisten obat.[3]

Kapasitas laboratorium untuk mendeteksi patogen resisten masih terbatas di banyak negara berkembang. Dari 50.000 laboratorium di 14 negara Afrika, hanya 1,3% yang dapat melakukan pemeriksaan bakteriologis. Keterbatasan ini menghambat deteksi dini dan pengawasan resistensi.[3]

Untuk mencapai target eliminasi AIDS, TB, dan malaria pada 2030, penguatan laboratorium mikrobiologi sangat diperlukan. Infrastruktur, digitalisasi, rantai pasok, dan manajemen mutu yang baik akan mendukung pemantauan AMR sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman infeksi baru.[3]

 

AMR di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa Indonesia kini berada pada posisi strategis sebagai motor penggerak kawasan dalam menghadapi ancaman resistensi antimikroba (AMR). Ia menilai AMR sebagai tantangan serius yang memengaruhi kesehatan masyarakat dan memicu tekanan besar pada perekonomian global.[4]

Saat membuka Konferensi Internasional AMR di Jakarta pada Jumat (12/9), Prof. Dante menyampaikan bahwa isu antimikroba menjadi fokus penting bagi dirinya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2019, AMR berkontribusi terhadap 1,27 juta kematian di seluruh dunia.[4]

Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia diperkirakan mengalami 36.500 kematian yang dapat dicegah jika bakteri tidak mengalami resistensi obat. Selain itu, terdapat 147.000 kematian yang berkaitan dengan infeksi yang seharusnya bisa dihindari bila penularannya dapat dicegah sejak awal.[4]

Prof. Dante menambahkan bahwa AMR menimbulkan beban ekonomi global yang sangat besar. Nilainya diproyeksikan mencapai 3,4 triliun dolar pada tahun 2030, mencerminkan dampak luas yang harus diantisipasi berbagai negara.[4]

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah bersama WHO dan ASEAN memperkuat layanan kesehatan primer, memperluas akses terhadap terapi yang efektif, serta mengembangkan kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko AMR secara berkelanjutan.[4]

 

 

Enam Langkah Implementasi Berkelanjutan Rencana Aksi Nasional AMR

6 langkah untuk implementasi berkelanjutan

Poster WHO terkait Enam Langkah Implementasi Berkelanjutan Rencana Aksi Nasional AMR.[5]

Berikut adalah beberapa langkah untuk implementasi berkelanjutan terkait AMR:[5]

1. Memperkuat Tata Kelola

Bangun mekanisme koordinasi lintas sektor dengan mandat jelas, anggaran memadai, dan kerangka akuntabilitas yang terstruktur.

2. Menentukan Prioritas Kegiatan

Lakukan konsultasi untuk menetapkan kegiatan prioritas berdasarkan situasi aktual, sumber daya, serta dampak yang ingin dicapai.

3. Menyusun dan Menganggarkan Rencana Operasional

Rumuskan rencana kerja rinci yang mencakup pelaksana, waktu, lokasi, serta integrasi dengan sumber pendanaan yang tersedia.

4. Mobilisasi Sumber Daya

Identifikasi pemberi dana potensial dan lakukan advokasi untuk menutup celah pendanaan, termasuk memanfaatkan anggaran nasional.

5. Melaksanakan Kegiatan Prioritas

Kolaborasikan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kegiatan berjalan berkelanjutan dan berdampak.

6. Monitoring dan Evaluasi

Lakukan penilaian berkala terhadap implementasi, laporkan kemajuan, dan catat pembelajaran untuk memperkuat rencana berikutnya.

 

Cara Berpartisipasi dalam WAAW 2025

Pedoman kampanye WAAW 2025

Pedoman kampanye WAAW 2025.[6]

Setiap individu maupun organisasi dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran tentang AMR. Kegiatan dapat dilakukan oleh institusi pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, LSM, hingga komunitas lokal.[6]

Beberapa bentuk partisipasi meliputi:[6]

    • Membagikan konten edukasi di media sosial menggunakan tagar resmi kampanye.
    • Mengikuti gerakan Go Blue dengan mengenakan biru muda dan membuat visual bernuansa biru.
    • Membagikan cerita sukses atau aksi lokal terkait penanganan AMR.
    • Menyelenggarakan booth informasi, pameran, kelas komunitas, atau kegiatan edukatif lainnya.
    • Menggandeng tokoh publik untuk menyebarkan pesan kampanye.
    • Melibatkan anak muda melalui lomba, kelas kreatif, atau kegiatan sekolah.
    • Mengajak pemangku kebijakan berdialog mengenai langkah prioritas penanganan AMR.
    • Menyisipkan tema AMR dalam acara atau kampanye yang sudah direncanakan.
    • Menyebarkan panduan praktik baik di tempat kerja dan memberikan pelatihan bagi tenaga profesional.
    • Mengajak media untuk memperkuat publikasi melalui artikel, opini, atau liputan kegiatan.

 

Baca juga:

Tes Cepat Molekuler (TCM) Deteksi Antimicrobial Resistance (AMR)

Superbugs: Alasan WHO Membuat Daftar Patogen Bakteri Prioritas

Tes Cepat Molekuler (TCM) Deteksi MRSA

 

FAQ: World AMR Awareness Week & Resistensi Antimikroba

1. Apa yang Dimaksud dengan Resistensi Antimikroba (AMR)?

AMR adalah kondisi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak lagi merespons obat yang seharusnya efektif, sehingga infeksi lebih sulit ditangani.

2. Mengapa AMR Menjadi Ancaman Global Saat Ini?

Karena infeksi resisten obat terus meningkat dan membuat terapi kurang efektif, meningkatkan risiko komplikasi, penyebaran penyakit, dan kematian.

3. Siapa yang Paling Berisiko Terdampak AMR?

Pasien HIV, TB, dan malaria serta pasien dengan immunocompromise lainnya memiliki risiko tinggi akibat sistem imun yang lemah dan kebutuhan perawatan berulang di fasilitas kesehatan.

4. Apa Tujuan Utama WAAW 2025?

Meningkatkan kesadaran global dan mendorong langkah nyata untuk memperlambat penyebaran patogen resisten obat melalui kolaborasi lintas sektor.

5. Bagaimana Masyarakat Dapat Berpartisipasi dalam Kampanye WAAW?

Masyarakat dapat ikut serta melalui edukasi media sosial, kegiatan komunitas, gerakan Go Blue, diskusi publik, atau berbagi cerita aksi penanganan AMR.

 

Pelajari Selengkapnya:

Alat Kesehatan Deteksi AMR – Cepheid GeneXpert® System

Alat Kesehatan Deteksi MRSA – Xpert® MRSA NxG

Alat Kesehatan Deteksi Carbapenem – Xpert® Carba-R

Alat Kesehatan Deteksi MTB-XDR – Xpert® MTB/XDR

 

PT Medquest Jaya Global

Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:

Pelajari Selengkapnya

 

 

 

Referensi Artikel:

  1. World Health Organization. (2025). World AMR Awareness Week 2025. Retrieved from https://www.who.int/campaigns/world-amr-awareness-week/2025 (World Health Organization)
  2. World Health Organization. (2023). Antimicrobial resistance. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance (World Health Organization)
  3. World Health Organization. (2025). Guidance note on the inclusion of activities for AMR surveillance and laboratory strengthening into Global Fund proposals. Retrieved from https://www.who.int/publications/m/item/guidance-note-on-the-inclusion-of-activities-for-amr-surveillance-and-laboratory-strengthening-into-global-fund-proposals (World Health Organization)
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Indonesia ambil peran sentral dalam perang melawan resistensi antimikroba. https://www.kemkes.go.id/id/indonesia-ambil-peran-sentral-dalam-perang-melawan-resistensi-antimikroba (Kementerian Kesehatan)
  5. World Health Organization. (2022). 6 steps for sustainable implementation of national action plans on antimicrobial resistance. Retrieved from https://www.who.int/multi-media/details/6-steps-for-sustainable-implementation-of-national-action-plans-on-antimicrobial-resistance (World Health Organization)
  6. World Health Organization. (2025). World AMR Awareness Week 2025 – Campaign Guide. Retrieved from https://www.who.int/publications/m/item/world-amr-awareness-week-2025—campaign-guide (World Health Organization)
Share

Kualitas Terjamin, Layanan Kesehatan Terbaik!

Tingkatkan layanan kesehatan yang Anda berikan dengan menggunakan alat kesehatan yang terjamin kualitasnya dan diakui lembaga internasional.