Penyakit Tidak Menular (PTM): Ancaman Diam yang Tumbuh dari Kebiasaan Sehari-hari
Dunia kesehatan, termasuk di Indonesia, sedang mengalami transisi epidemiologi. Jika sebelumnya penyakit menular menjadi ancaman utama, kini perhatian bergeser ke Penyakit Tidak Menular (PTM).
PTM tidak muncul akibat penularan bakteri, virus, atau vektor. Penyakit ini berkembang dari akumulasi gaya hidup tidak sehat dalam jangka panjang, seperti pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok.
Karena sifatnya kronis dan dapat berujung fatal, pencegahan melalui pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi kesehatan di masa depan.
Penyakit Tidak Menular (PTM)
Selama bertahun-tahun, berbagai penyakit menular seperti Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), hepatitis viral, malaria, tuberkulosis, influenza, hingga Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjadi fokus utama program kesehatan global karena sifatnya mudah menular.[1]
Namun di sisi lain, terdapat fenomena yang sering disebut sebagai “epidemi tersembunyi”, yaitu meningkatnya angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM).[1]
Secara umum, PTM memiliki karakteristik berikut:[1]
- Tidak menular antarindividu
- Memiliki banyak faktor risiko (multiple risk factors)
- Masa laten penyakit relatif panjang
- Perjalanan penyakit bersifat kronis
- Dapat menimbulkan disabilitas atau penurunan fungsi tubuh
- Kesembuhan total jarang tercapai
Secara global, PTM menyebabkan lebih dari 41 juta kematian setiap tahun, atau sekitar 74% dari seluruh kematian di dunia.[1]
Baca juga:
Pemeriksaan Hitung Darah Lengkap (CBC): Bantu Dokter Tegakkan Diagnosis Penyakit
Kilas Balik Perkembangan Penanganan Hepatitis di Indonesia: Apa yang Perlu Dilakukan?
Jenis-Jenis Penyakit Tidak Menular (PTM)

Penyaki-penyakit yang termasuk PTM.
Empat kelompok penyakit berikut menjadi penyumbang terbesar kematian akibat PTM di dunia:[2]
- Penyakit kardiovaskular
Termasuk penyakit jantung dan stroke dengan sekitar 17,9 juta kematian per tahun. - Kanker
Menyebabkan sekitar 9,3 juta kematian setiap tahun. - Penyakit pernapasan kronis
Seperti Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) / Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan asma, dengan sekitar 4,1 juta kematian per tahun. - Diabetes mellitus
Berkontribusi pada sekitar 2 juta kematian setiap tahun.
Selain itu, beberapa kondisi kronis lain juga termasuk PTM, seperti:[2]
- Hipertensi
- Alzheimer
- Osteoporosis
Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)

Konsumsi makanan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko PTM.
Risiko PTM dipengaruhi oleh dua kelompok faktor utama, yaitu:[1]
1. Faktor yang Tidak Dapat Diubah
Faktor biologis yang berada di luar kendali individu, meliputi:[1]
- Usia – risiko meningkat seiring pertambahan umur.
- Jenis kelamin – beberapa penyakit lebih dominan pada kelompok tertentu.
- Genetik – riwayat penyakit dalam keluarga.
- Ras dan etnis – kerentanan biologis pada populasi tertentu.
2. Faktor yang Dapat Diubah
Faktor ini berkaitan dengan gaya hidup dan kondisi metabolik yang masih dapat dikendalikan, yaitu:[1]
2.1. Faktor Perilaku
- Pola makan tidak sehat (tinggi gula, garam, rendah serat).
- Kebiasaan merokok atau penggunaan tembakau.
- Kurangnya aktivitas fisik (gaya hidup sedenter).
- Konsumsi alkohol atau zat berbahaya lainnya.
2.2. Faktor Metabolik
- Obesitas atau berat badan berlebih.
- Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi).
- Hiperlipidemia (kolesterol atau lemak darah tinggi).
- Hipertensi (tekanan darah tinggi).
Mengapa Penyakit Tidak Menular (PTM) Menjadi Tantangan Serius?
Dampak PTM semakin terasa di berbagai negara, terutama di kawasan dengan pendapatan rendah dan menengah (low and middle-income countries). Perubahan pola hidup modern, urbanisasi, serta meningkatnya konsumsi makanan tidak sehat menjadi faktor yang mempercepat peningkatan kasus.[1]
Dari lebih dari 41 juta kematian akibat PTM setiap tahun, distribusinya menunjukkan ketimpangan yang cukup besar:[1]
- Sekitar 25% terjadi di negara berpenghasilan tinggi
- Sekitar 75% terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah
Selain itu, sekitar 17 juta kematian terjadi sebelum usia 70 tahun atau dikenal sebagai kematian dini (premature deaths). Dari angka tersebut, sekitar 86% terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.[1]
Situasi ini menegaskan bahwa PTM tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga tantangan pembangunan global.[1]
Situasi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia
Indonesia juga menghadapi peningkatan kasus PTM dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan pola hidup, urbanisasi, serta meningkatnya faktor risiko metabolik turut mempercepat tren tersebut.[3]
Secara global, PTM menyumbang sekitar 38% dari total kematian pada tahun 2021. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini serta pencegahan sejak usia muda.[3, 4]
Cara Mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)

Dengan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pengendalian PTM memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.[1]
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat berbagai strategi pencegahan, antara lain:[1]
- Program promosi kesehatan.
- Edukasi masyarakat.
- Penguatan deteksi dini.
- Peningkatan akses layanan kesehatan.
Di tingkat individu, pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup, seperti:[1]
- Menerapkan pola makan seimbang.
- Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Mengontrol faktor risiko metabolik.
Sebagian besar PTM berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari. Karena itu, pengelolaan kebiasaan sehat menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penyakit.[1]
Baca juga:
Kalender Hari-Hari Bidang Kesehatan 2026
Mengenal Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pemeriksaan TBC
Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC) 3 diff & 5 diff: Apa Bedanya?
Validasi Proses Produksi di Industri Pangan dan Farmasi
FAQ: Penyakit Tidak Menular (PTM)
1. Apa itu PTM?
PTM adalah penyakit yang muncul bukan dari penularan, melainkan dari kebiasaan hidup tidak sehat yang menumpuk bertahun-tahun — pola makan buruk, kurang gerak, dan merokok adalah pemicu utamanya.
2. Apa yang Membedakan PTM dari Penyakit Lain?
PTM tidak menular, melibatkan banyak faktor risiko, berkembang perlahan, bersifat kronis, dan jarang sembuh total. Karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal, PTM kerap disebut “epidemi tersembunyi.”
3. PTM Apa yang Paling Banyak Membunuh?
Empat terbesar: penyakit kardiovaskular atau jantung dan stroke (17,9 juta/tahun), kanker (9,3 juta), penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK dan asma (4,1 juta), serta diabetes melitus (2 juta). Hipertensi, Alzheimer, dan osteoporosis juga termasuk PTM.
4. Apa Saja Faktor Risiko PTM?
Ada dua kelompok. Tidak bisa diubah: usia, jenis kelamin, genetik, ras dan etnis. Bisa dikendalikan: pola makan buruk, merokok, kurang gerak, alkohol, obesitas, hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi, hiperlipidemia atau kolesterol tinggi, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
5. Bagaimana Cara Mencegah PTM?
Mulai dari diri sendiri: pola makan seimbang, rutin bergerak, berhenti merokok, batasi alkohol, dan pantau kondisi metabolik secara berkala. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendukung lewat program promosi kesehatan, edukasi, dan penguatan deteksi dini.
6. Mengapa Deteksi Dini PTM Penting sejak Usia Muda?
PTM berkembang diam-diam tanpa gejala yang mencolok. Saat terasa, biasanya sudah di tahap berat. Semakin dini risiko dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi dan menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif.
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi Artikel:
- Piovani, D., Nikolopoulos, G. K., & Bonovas, S. (2022). Non-Communicable Diseases: The Invisible Epidemic. Journal of Clinical Medicine, 11(19). https://doi.org/10.3390/jcm11195939
- World Health Organization. (n.d.). Noncommunicable diseases. Regional Office for the Eastern Mediterranean. https://www.emro.who.int/noncommunicable-diseases/diseases/diseases.html. Accessed 4 Mar. 2026.
- Fadhilah, S., Rusliani, D. M., Nuryati, A., & Suryantara, B. (2025). Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja Karang Taruna: Skrining dan Upaya Pencegahan. Room of Civil Society Development, 4(1), 222–233. https://doi.org/10.59110/rcsd.537
- World Health Organization. (2024). The top 10 causes of death. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
