Suara Pickleball dan Padel Ternyata Jadi Mimpi Buruk Bagi Ribuan Warga
Pickleball dan padel sedang meroket popularitasnya di Indonesia — dan bersamaan dengan itu, muncul persoalan yang tumbuh sama cepatnya: kebisingan yang melampaui batas toleransi warga. Suara tajam dari lapangan yang awalnya terdengar wajar, kini telah berubah menjadi polusi suara nyata bagi jutaan warga yang bermukim di sekitarnya — malam tanpa tidur dan gangguan saat bekerja dari rumah menjadi keluhan yang kian sering terdengar.[1, 2]
Mengapa Suara Pickleball dan Padel Lebih Mengganggu dari Kebisingan Lain?
Saat raket menghantam bola plastik keras, getaran yang dihasilkan menciptakan bunyi berfrekuensi 500–1.000 Hz dengan kekerasan 89–91 dB(A) — jauh melampaui:[3, 4]
- Rekomendasi WHO: 40 dB(A) pada malam hari
- Regulasi Indonesia (KEP-48/MENLH/11/1996): 50 dB(A) malam hari, 55 dB(A) siang hari
Yang memperparah situasi ini adalah sifatnya yang impulsif — keras, tiba-tiba, dan sangat singkat. Berbeda dengan kebisingan lalu lintas yang kontinu dan lama-kelamaan dapat diabaikan otak, setiap pop adalah kejutan mendadak yang memaksa sistem saraf bereaksi dari nol. Studi psikoakustik membuktikan: suara impulsif menghasilkan tingkat gangguan jauh lebih tinggi dibanding suara kontinu dengan desibel identik, bahkan memicu respons stres fisiologis nyata setelah paparan 50 menit.[5, 6]

Tiga Jenis Kebisingan.[7]
Kebisingan terbagi dalam tiga kategori utama:[7]
- Kontinu — stabil dan berlangsung terus-menerus, seperti dengungan mesin
- Intermiten — muncul secara terputus-putus dengan jeda di antaranya
- Impulsif — terjadi tiba-tiba, berdurasi sangat singkat, namun berintensitas tinggi; contohnya ledakan atau tembakan
Masalah tersembunyi: Alat ukur dB(A) standar menghitung rata-rata suara dalam interval waktu tertentu, sehingga suara pop singkat terbaca jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya dirasakan telinga manusia.[8]
Dampak Nyata Suara Pickleball dan Padel pada Kesehatan Warga

Dampak kesehatan yang dilaporkan sendiri akibat kebisingan permainan pickleball, serta tanggapan Masyarakat.[9]
Survei komunitas 2025 oleh Acoustical Society of America (ASA) — melibatkan 440 responden dari 264 komunitas terdampak — mengungkap fakta yang sulit diabaikan:[10]
- 3 dari 4 warga dalam radius 300 meter dari lapangan bisa mendengar kebisingan dari dalam rumah
- 8 dari 10 warga melaporkan kebisingan mengganggu kemampuan mereka untuk beristirahat
- Bahkan warga yang tinggal lebih dari 150 meter dari lapangan melaporkan tidak bisa menikmati rumah mereka

Mayoritas responden melaporkan suara lapangan yang mengganggu ketenangan.[10]
Penelitian Kathleen M. Romito (Journal of the Acoustical Society of America, April 2025) yang dipresentasikan pada Pertemuan ASA ke-189 menegaskan: penilaian kebisingan saat ini harus mengintegrasikan faktor non-akustik seperti stres dan hilangnya rasa nyaman di rumah — sesuatu yang tidak tertangkap oleh pembacaan desibel semata.[9, 11]
Nicole Laffan, audiolog dari Northeastern University’s Bouvé College of Health Sciences, menambahkan: meski kebisingan pickleball di kisaran 45–70 dB(A) belum merusak pendengaran secara langsung, sifatnya yang impulsif dan tak terkendali cukup memicu kecemasan, gangguan tidur, dan tekanan psikologis yang terdokumentasi secara ilmiah.[12]
Solusi: Apa yang Dilakukan Berbagai Negara?
Sejumlah negara mulai merespons dengan panduan berbasis jarak, meski mayoritas masih bersifat rekomendasi:[1, 2, 5, 13, 14, 15]

Solusi atasi kebisingan suara pickleball & padel di berbagai negara.
Kesimpulan
Padel dan pickleball memiliki masa depan cerah sebagai olahraga urban di Indonesia. Namun pertumbuhannya harus diimbangi dengan pengelolaan kebisingan yang serius — bukan sekadar komitmen di atas kertas. Dengan regulasi yang tepat, teknologi peredam yang memadai, dan perencanaan lokasi yang cermat, kedua olahraga ini dapat berkembang pesat tanpa mengorbankan kualitas hidup warga di sekitarnya.
Baca juga:
Kalender Hari-Hari Bidang Kesehatan 2026
Mengenal Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pemeriksaan TBC
Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC) 3 diff & 5 diff: Apa Bedanya?
Hormon Tiroid dan Perannya Bagi Tubuh
Validasi Proses Produksi di Industri Pangan dan Farmasi
FAQ Seputar: Suara Pickleball dan Padel Ternyata Jadi Mimpi Buruk Bagi Ribuan Warga
1. Kenapa Suara Lapangan Pickleball dan Padel Terasa Lebih Mengganggu Dibanding Kebisingan Lain?
Karakternya bersifat impulsif — keras, tiba-tiba, dan sangat singkat. Intensitasnya mencapai 89–91 dB(A), jauh melampaui batas aman WHO sebesar 40 dB(A) untuk malam hari.
Berbeda dengan kebisingan lalu lintas yang kontinu dan bisa diabaikan otak lama-kelamaan, setiap bunyi pop memaksa sistem saraf bereaksi dari awal. Studi psikoakustik membuktikan bahwa respons stres fisiologis sudah terdeteksi setelah paparan 50 menit — meski desibel-nya terlihat sama dengan suara kontinu biasa.
2. Apakah Suara Ini Benar-Benar Berdampak Pada Kesehatan Warga?
Ya. Survei Acoustical Society of America (ASA) tahun 2025 terhadap 440 responden dari 264 komunitas terdampak menemukan bahwa 8 dari 10 warga melaporkan kebisingan lapangan mengganggu kemampuan mereka beristirahat. Bahkan warga yang tinggal lebih dari 150 meter dari lapangan pun terdampak.
Audiolog Nicole Laffan menegaskan: meski belum merusak pendengaran secara langsung, sifat suara yang impulsif dan tak terprediksi cukup memicu kecemasan, gangguan tidur, dan tekanan psikologis yang sudah terdokumentasi ilmiah.
3. Kalau Alat Ukur Desibel Menunjukkan Angka Aman, Mengapa Warga Masih Merasa Terganggu?
Karena alat ukur dB(A) standar menghitung rata-rata intensitas suara dalam rentang waktu tertentu. Suara pop yang singkat namun tajam terbaca jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya dirasakan telinga.
Penelitian Kathleen M. Romito yang dipresentasikan pada Pertemuan ASA ke-189 menegaskan: penilaian kebisingan perlu mengintegrasikan faktor non-akustik seperti stres dan hilangnya rasa nyaman di rumah — sesuatu yang tidak tertangkap oleh angka desibel semata.
4. Seberapa Jauh Jarak Lapangan yang Dianggap Aman Dari Permukiman?
Beberapa negara sudah menetapkan panduan berbasis jarak:

Solusi atasi kebisingan suara pickleball & padel di berbagai negara.
Sebagian besar panduan ini masih bersifat rekomendasi, dan penegakannya di lapangan tetap menjadi tantangan tersendiri.
5. Apakah Ada Solusi Agar Kedua Olahraga Ini Tetap Berkembang Tanpa Mengorbankan Warga Sekitar?
Ada, dengan pendekatan dari tiga arah sekaligus: perencanaan lokasi yang cermat sejak awal, teknologi peredam kebisingan yang memadai, dan regulasi pengukuran yang relevan dengan karakter suara impulsif — bukan sekadar rata-rata desibel.
Pickleball dan padel memiliki masa depan cerah sebagai olahraga urban di Indonesia. Namun pertumbuhannya harus diimbangi pengelolaan kebisingan yang serius agar rumah warga sekitar tidak menjadi korban diam-diam dari tren olahraga yang terus meluas ini.
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi:
1. Tempo.co. (2026, February 26). Ketika padel bikin gaduh [Infographic]. Tempo.co. https://www.tempo.co/infografik/infografik/ketika-padel-bikin-gaduh-2118168
2. National Task Force on Pickleball Noise. (2025). [Judul halaman tidak tersedia]. Retrieved April 14, 2026, from http://www.pickleballnoise.org
3. World Health Organization. (2011, December 1). Noise. WHO Regional Office for Europe. Retrieved April 14, 2026, from https://www.who.int/europe/news-room/fact-sheets/item/noise
4. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (1996). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996 tentang baku tingkat kebisingan.
5. Rajala, V., & Hongisto, V. (2020). Annoyance penalty of impulsive noise – The effect of impulse onset. Building and Environment, 168, Article 106539. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2019.106539
6. Radun, J., Maula, H., Rajala, V., Scheinin, M., & Hongisto, V. (2022). Acute stress effects of impulsive noise during mental work. Journal of Environmental Psychology, 81, Article 101819. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2022.101819
7. Smalt, C. J., Lacirignola, J., Davis, S. K., Calamia, P. T., & Collins, P. P. (2017). Noise dosimetry for tactical environments. Hearing Research, 349, 42–54. https://doi.org/10.1016/j.heares.2016.11.008
8. Rimskaya-Korsakova, L., Pyatakov, P., & Shulyapov, S. (2022). Evaluations of the annoyance effects of noise. Acoustical Physics, 68, 502–512. https://doi.org/10.1134/S1063771022050098
9. Romito, K. M. (2025). Pickleball noise — a qualitative description of the psychological and physiological effects on nearby residents. Journal of the Acoustical Society of America, 157(4, Suppl.), A274. https://doi.org/10.1121/10.0038039
10. Acoustical Society of America. (2025, November). The noise nobody planned for: A community perspective on pickleball noise [Press release]. Retrieved April 14, 2026, from https://acoustics.org/the-noise-nobody-planned-for-a-community-perspective-on-pickleball-noise/
11. Acoustical Society of America. (2025, November). Reevaluating pickleball noise assessment: The case for integrating non-acoustic annoyance factors [Press release]. Retrieved April 14, 2026, from https://acoustics.org/pickleball-noise-and-conflict-its-not-just-the-decibels/
12. Northeastern Global News. (2023, August 7). Noise from pickleball can be annoying. But is it torture? Northeastern Global News. https://news.northeastern.edu/2023/08/07/noise-from-pickleball-can-be-annoying-but-is-it-torture/
13. Wadman, F., Ahlgren, V., Hildén, M., Herrey, C., Björneklett, O., & Nobelius, E. (2021). Buller från padelbanor utomhus: En jämförelse mellan padel och tennis [Technical report]. [Penerbit tidak tersedia].
14. Leroy, T., & Kaiser, X. (2023). Étude acoustique bruit généré par les activités de padel en Wallonie (Rapport CSC N° O3.09.01-22-4659). SGS Belgium SA; Service public de Wallonie. https://environnement.wallonie.be/home/gestion-environnementale/risques-continus-et-pollutions/nuisances-sonores/sources-specifiques/padel.html
15. Dufour, J., & Bonnet, C. (2025). Managing padel-court siting near housing: Guideline adherence shortfalls and populations at risk – national evidence from France. City and Environment Interactions, 29, Article 100300. https://doi.org/10.1016/j.cacint.2026.100300