Home 9 Blog 9 Peringatan International HPV Awareness Day 2026: One Less Worry

Peringatan International HPV Awareness Day 2026: One Less Worry

Mar 2, 2026 • 6 minutes read

Peringatan International HPV Awareness Day 2026: One Less Worry

 

 

Makna Peringatan International HPV Awareness Day

Tanggal 4 Maret diperingati sebagai International HPV Awareness Day. Momen ini menyoroti human papillomavirus (HPV), virus yang dapat dicegah dan menjadi penyebab berbagai jenis kanker.[1]

Tujuan peringatan ini mencakup:[1]

  • Meningkatkan edukasi tentang HPV dan cara penularannya
  • Mendorong pencegahan melalui vaksinasi dan skrining kanker
  • Mengajak individu dan pemerintah mengambil langkah nyata untuk menurunkan beban kanker global

Sejak pertama kali digelar pada 2018, peringatan ini dilakukan setiap tahun sebagai platform edukasi global.[1]

 

Tema International HPV Awareness Day 2026: One Less Worry

Tema One Less Worry menekankan bahwa HPV adalah risiko kesehatan yang dapat dikendalikan. Vaksinasi dan skrining memberikan perlindungan yang efektif, sehingga individu memiliki satu kekhawatiran kesehatan yang lebih sedikit.[2]

Upaya kolektif dalam pencegahan HPV diperkirakan mampu menurunkan beban kanker global hingga sekitar 5%, sebuah angka yang signifikan dalam konteks kesehatan masyarakat.[2]

 

Apa itu Human Papillomavirus (HPV)?

Gambar kutil pada kulit akibat hpv

Gambar kutil pada kulit akibat HPV.

Human Papillomavirus (HPV) adalah virus umum yang dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh. Lebih dari 100 jenis HPV telah diidentifikasi, dengan sekitar 30 jenis yang dapat menginfeksi area genital, anus, mulut, dan tenggorokan.[3]

HPV termasuk infeksi menular seksual (sexually transmitted infection/STI) yang paling sering terjadi dan sebagian besar orang yang aktif secara seksual berisiko terinfeksi sepanjang hidupnya jika tidak divaksinasi.[3]

Beberapa jenis HPV tergolong risiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks, vagina, vulva, penis, anus, dan orofaring. Deteksi dini melalui Pap smear atau skrining HPV membantu mencegah perkembangan kanker melalui penanganan sel pra-kanker.[3]

 

Hubungan HPV dengan Kanker Serviks

Jenis HPV tertentu, terutama tipe 16 dan 18, dapat menyebabkan perubahan sel pada leher rahim yang dikenal sebagai displasia serviks. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker serviks.[3]

Pada usia di bawah 30 tahun, sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh secara alami. Setelah usia 30 tahun, hasil skrining HPV membantu menentukan frekuensi pemeriksaan lanjutan. Skrining rutin biasanya dimulai pada usia 21 tahun untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini.[3]

 

Berapa Lama HPV Berkembang Menjadi Kanker?

HPV tidak langsung menyebabkan kanker. Infeksi berisiko tinggi memicu perubahan sel prakanker yang berkembang secara bertahap:[3]

  • Proses menuju kanker dapat memakan waktu bertahun-tahun hingga puluhan tahun.
  • Skrining rutin membantu mendeteksi perubahan sel sejak dini.

 

Jenis Kanker yang Terkait dengan HPV

Kanker serviks, salah satu kanker yang diakibatkan oleh hpv

Kanker serviks, salah satu kanker yang diakibatkan oleh HPV.

HPV berperan dalam berbagai jenis kanker, termasuk:[4]

  • Kanker serviks
  • Kanker anus
  • Kanker orofaring (mulut dan tenggorokan)
  • Kanker vulva dan vagina
  • Kanker penis

 

Siapa yang Berisiko Terinfeksi HPV?

Sekitar 80% populasi diperkirakan terinfeksi HPV setidaknya sekali sepanjang hidup. Infeksi ini tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga laki-laki.[5, 6, 7]

HPV menyebar melalui kontak kulit, hubungan seksual vaginal, anal, dan oral. Banyak orang tidak menyadari terinfeksi karena tidak menunjukkan gejala. Skrining serviks membantu mendeteksi perubahan sel sejak dini dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.[5, 8]

Kanker serviks masih menjadi kasus kanker terkait HPV yang paling banyak, sementara kanker kepala-leher dan anus pada laki-laki dan perempuan menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2019 diperkirakan sekitar 70.000 kasus kanker pada pria terkait HPV terjadi setiap tahun.[5, 9]

 

Apa yang Terjadi Jika Anda atau Pasangan Terinfeksi HPV?

HPV sering sembuh dengan sendirinya dengan bantuan sistem kekebalan tubuh/sistem imun. Namun pada beberapa kondisi virus dapat bertahan lama di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai:[5]

  • Kutil kelamin berbentuk seperti kembang kol
  • Rasa gatal atau tidak nyaman di area genital
  • Perubahan kesehatan di mulut dan tenggorokan (dapat berkembang menjadi kanker orofaring)[10], atau organ reproduksi (kanker serviks, kanker anus, kanker penis, atau kanker vulva).[11]

Jika ada gejala, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

 

Baca juga: Kanker Serviks & Peran Tes Cepat Molekuler Pada Pemeriksaan HPV

 

Mengapa HPV Tetap Menjadi Isu Kesehatan Serius?

Sebagian besar infeksi HPV dapat dikendalikan oleh sistem imun, namun infeksi persisten dapat menyebabkan perubahan sel yang berujung pada kanker. Deteksi dini HPV dan skrining rutin membantu mencegah komplikasi jangka panjang.[5]

Skrining HPV membantu mengidentifikasi individu dengan risiko tinggi kanker serviks. Saat ini, skrining terstandar tersedia untuk kanker serviks, sementara kanker terkait HPV lainnya belum memiliki program skrining luas.[5]

 

Cara Mengurangi Risiko Infeksi HPV

1. Vaksinasi HPV

Vaksinasi sebelum aktivitas seksual memberikan perlindungan paling efektif. Bukti ilmiah menunjukkan vaksinasi dapat mencegah hampir 90% kasus kanker serviks.[5]

2. Skrining Kanker Serviks

Tes Cepat Molekuler (TCM) Deteksi HPV

Tes Cepat Molekuler (TCM), salah satu alat deteksi HPV.

Skrining serviks mendeteksi infeksi HPV dan perubahan sel pra-kanker. Prosedur Pap smear dilakukan dengan pengambilan sampel sel serviks, berlangsung singkat, dan tidak menimbulkan nyeri berarti.[5]

3. Penggunaan Kondom

Kondom memberikan perlindungan parsial terhadap HPV. Penggunaan konsisten meningkatkan perlindungan, meskipun tidak menutupi seluruh area genital.[5]

 

Apa yang Terjadi Jika Terinfeksi HPV?

Pada sebagian besar individu, sistem imun menghilangkan virus dalam waktu sekitar 2 tahun tanpa dampak kesehatan. Pada sebagian lainnya, HPV menetap dan menyebabkan perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker dalam jangka panjang.[4, 12]

Dalam beberapa kasus, HPV dapat tetap tidak aktif tanpa perubahan sel, lalu aktif kembali di kemudian hari, bahkan tanpa hubungan seksual berisiko. Oleh karena itu, skrining dan vaksinasi tetap menjadi pilar utama pencegahan kanker terkait HPV.[4]

 

Baca juga:

Kalender Hari-Hari Bidang Kesehatan 2026

Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC) 3 diff & 5 diff: Apa Bedanya?

Hormon Tiroid dan Perannya Bagi Tubuh

Validasi Proses Produksi di Industri Pangan dan Farmasi

 

FAQ Seputar Peringatan International HPV Awareness Day

  • Apa itu International HPV Awareness Day dan makna tema “One Less Worry”?

Peringatan tahunan untuk meningkatkan kesadaran tentang Human Papillomavirus (HPV). Tema One Less Worry menegaskan bahwa vaksinasi dan skrining bisa mengurangi satu sumber kekhawatiran kesehatan.

  • Kapan diperingati?

Setiap 4 Maret—momen untuk edukasi, vaksinasi, dan dorongan kebijakan pencegahan terhadap infeksi HPV.

  • Apa itu Human Papillomavirus (HPV)?

Human Papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus (lebih dari 100 tipe); beberapa tipe berisiko tinggi memicu perubahan sel yang bisa berkembang menjadi kanker.

  • Bagaimana HPV menular dan siapa yang berisiko?

Menular lewat kontak kulit dan hubungan seksual (vaginal, anal, oral). Semua orang yang aktif secara seksual berisiko bila tidak divaksin.

  • Apa kaitan HPV dengan kanker serviks?

Tipe berisiko tinggi—mis. 16 dan 18—dapat menyebabkan dysplasia/pertumbuhan sel abnormal serviks; tanpa penanganan, risiko berkembang menjadi kanker.

  • Berapa lama berkembang jadi kanker?

Biasanya butuh tahun hingga puluhan tahun; itulah sebabnya skrining rutin penting.

  • Gejala apa yang harus diwaspadai?

Kutil kelamin, gatal atau perubahan pada area genital, atau perubahan di mulut/tenggorokan—tetapi sering tanpa gejala.

  • Bagaimana cara mencegah HPV?

Pilar utama:

    • Vaksinasi;
    • Skrining serviks (mis. Pap smear atau Tes Cepat Molekuler/TCM);
    • Kondom yang memberi perlindungan parsial bila dipakai konsisten.
    • Jika terinfeksi HPV, apa yang terjadi?

Sebagian besar infeksi hilang dalam sekitar 2 tahun oleh sistem imun; sebagian lain dapat menetap dan menyebabkan perubahan sel sehingga perlu pemantauan.

  • Mengapa peringatan ini penting bagi kebijakan?

Mendorong akses vaksinasi dan skrining, serta tindakan kolektif yang dapat menurunkan beban kanker—dengan potensi pengurangan beban global yang signifikan (estimasi sekitar 5%).

 

PT Medquest Jaya Global

Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:

Pelajari Selengkapnya

 

 

 

Referensi artikel:

  1. International Papillomavirus Society. (2017). 4th March: International HPV Awareness Day. Retrieved February 19, 2026, from
    https://ipvsoc.org/news/4th-march-international-hpv-awareness-day/
  2. International Papillomavirus Society. (2026). International HPV Awareness Day. Retrieved February 19, 2026, from
    https://ipvsoc.org/event/international-hpv-awareness-day/
  3. Cleveland Clinic. (2024). HPV (human papillomavirus). Retrieved February 19, 2026, from
    https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11901-hpv-human-papilloma-virus
  4. National HPV Vaccination Roundtable. (2026). HPV facts for everyone. Ask About HPV. Retrieved February 19, 2026, from
    https://www.askabouthpv.org/hpv-facts/hpv-facts-for-everyone/
  5. National HPV Vaccination Roundtable. (2026). What is HPV? Ask About HPV. Retrieved February 19, 2026, from
    https://www.askabouthpv.org/hpv-facts/what-is-hpv/
  6. MD Anderson Cancer Center. (n.d.). HPV and cancer risk management. Retrieved February 23, 2026, from https://www.mdanderson.org/prevention-screening/manage-your-risk/hpv.html
  7. Minnesota Department of Health. (2024). HPV quick facts. Retrieved February 23, 2026, from https://www.health.state.mn.us/data/mcrs/data/qfhpv.html
  8. Wolf, J., Kist, L. F., Pereira, S. B., Quessada, M. A., Petek, H., Pille, A., Maccari, J. G., Mutlaq, M. P., & Nasi, L. A. (2024). Human papillomavirus infection: Epidemiology, biology, host interactions, cancer development, prevention, and therapeutics. Reviews in medical virology34(3), e2537. https://doi.org/10.1002/rmv.2537
  9. Patra S, Shand H, Ghosal S, Ghorai S. HPV and Male Cancer: Pathogenesis, Prevention and Impact. Journal of the Oman Medical Association. 2025; 2(1):4. https://doi.org/10.3390/joma2010004
  10. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Oropharyngeal cancer and HPV. Retrieved February 23, 2026, from https://www.cdc.gov/cancer/hpv/oropharyngeal-cancer.html
  11. Cleveland Clinic. (2025). Oropharyngeal human papilloma virus (HPV) infection. Retrieved February 23, 2026, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15010-oropharyngeal-human-papilloma-virus-hpv-infection
  12. Best, S. R., Niparko, K. J., & Pai, S. I. (2012). Biology of human papillomavirus infection and immune therapy for HPV-related head and neck cancers. Otolaryngologic clinics of North America45(4), 807–822. https://doi.org/10.1016/j.otc.2012.04.005
Share

Kualitas Terjamin, Layanan Kesehatan Terbaik!

Tingkatkan layanan kesehatan yang Anda berikan dengan menggunakan alat kesehatan yang terjamin kualitasnya dan diakui lembaga internasional.