74% Kematian Dunia Disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) — Begini Kondisi dan Tantangannya di Indonesia
Pola penyakit dalam kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia, sedang mengalami perubahan besar yang dikenal sebagai transisi epidemiologi. Pada masa lalu, ancaman kesehatan lebih banyak didominasi oleh penyakit menular. Kini, perhatian dunia kesehatan semakin tertuju pada Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menunjukkan tren peningkatan secara konsisten.
Berbeda dengan penyakit menular yang terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau vektor tertentu, PTM berkembang melalui proses yang berlangsung lama. Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan akumulasi kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta berbagai faktor risiko gaya hidup lainnya.
Karakter PTM yang bersifat kronis, progresif, dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius menjadikannya sebagai isu kesehatan yang semakin krusial. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat menjadi langkah yang sangat penting dalam menjaga kualitas kesehatan jangka panjang.
Definisi Penyakit Tidak Menular (PTM)
Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah kelompok penyakit yang tidak ditularkan antarmanusia. Sementara penyakit menular—misalnya HIV/AIDS, hepatitis, malaria, poliomielitis, tuberkulosis, influenza, dan coronavirus disease 2019 (COVID-19)—mendapat sorotan luas karena sifatnya yang menular dan kemampuan penyebaran lintas batas, ancaman PTM cenderung kurang terlihat meskipun dampaknya sangat besar.[1]
PTM, yang sering disebut penyakit kronis, ditandai oleh beberapa ciri khas: tidak menular, dipengaruhi oleh banyak faktor risiko (multiple risk factors), memiliki masa laten yang panjang, serta perjalanan penyakit yang berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini sering menyebabkan gangguan fungsi tubuh atau disabilitas, dan kesembuhan total jarang tercapai sehingga memerlukan pengelolaan jangka panjang.[1]
Dampak PTM berskala global. Kelompok penyakit ini bertanggung jawab atas lebih dari 41 juta kematian setiap tahun—sekitar 74% dari seluruh kematian di dunia—dan jutaan orang lainnya hidup dengan penurunan kualitas hidup akibat kondisi kronis tersebut.[1]
Baca juga:
Bahaya Penyakit Jantung Koroner! Hindari Dengan Kenali Risiko, Penyebab & Pencegahannya
Kanker Serviks & Peran Tes Cepat Molekuler Pada Pemeriksaan HPV
Jenis-Jenis Penyakit Tidak Menular (PTM)
1. Jenis PTM Utama
Ada empat jenis utama PTM yang paling mendominasi:[2]
- Penyakit kardiovaskular — mencakup gangguan seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Penyakit ini menyumbang sekitar 17,9 juta kematian per tahun, menjadikannya penyebab utama kematian global.
- Kanker (neoplasma ganas) — berkontribusi pada sekitar 9,3 juta kematian per tahun dan meliputi berbagai jenis tumor yang berbeda dari segi lokasi dan perilaku klinis.
- Penyakit paru kronis — termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) (dalam bahasa Inggris: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, COPD) dan asma bronkial; kelompok ini bertanggung jawab atas sekitar 4,1 juta kematian per tahun.
- Diabetes mellitus (DM) — gangguan metabolik dengan komplikasi multisistem yang menyebabkan sekitar 2,0 juta kematian per tahun.
2. Jenis PTM Lainnya
Selain empat kelompok di atas, sejumlah kondisi kronis lain juga termasuk dalam kategori Penyakit Tidak Menular, antara lain: hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit Alzheimer (penurunan fungsi kognitif), dan osteoporosis (pengeroposan tulang).[2]
Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)

Konsumsi makanan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko PTM.
Risiko seseorang terkena Penyakit Tidak Menular (PTM) ditentukan oleh berbagai faktor yang biasanya dikelompokkan menjadi dua kategori utama: faktor yang tidak bisa diubah dan faktor yang bisa diubah:[1]
1. Faktor yang Tidak Dapat Diubah
- Usia — kemungkinan terkena PTM meningkat seiring bertambahnya usia.
- Jenis kelamin — beberapa kondisi memiliki kecenderungan risiko berbeda antar gender.
- Faktor genetika — riwayat penyakit dalam keluarga meningkatkan kerentanan.
- Ras dan etnis — ada predisposisi biologis tertentu pada kelompok populasi yang berbeda.
2. Faktor yang Dapat Diubah
2.1. Perilaku / Gaya Hidup
- Pola makan tidak sehat — rendah serat, tinggi gula atau garam.
- Penggunaan tembakau — merokok meningkatkan risiko banyak PTM.
- Kurang aktivitas fisik — pola hidup sedenter memperbesar risiko.
- Konsumsi alkohol atau zat berbahaya — berkontribusi pada timbulnya penyakit kronis.
2.2. Faktor Metabolik & Biologis
- Berat badan berlebih / obesitas — pemicu gangguan metabolik.
- Hiperglikemia — kadar gula darah tinggi.
- Hiperlipidemia — kadar lipid/kolesterol darah tinggi.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) — faktor utama komplikasi kardiovaskular.
Mengapa Penyakit Tidak Menular (PTM) Menjadi Tantangan Serius?
Penyakit Tidak Menular (PTM, dalam bahasa Inggris: non-communicable diseases/NCDs) kini semakin membebani negara-negara berpenghasilan rendah dan kelompok masyarakat rentan. Perubahan pola hidup menuju gaya hidup populer, penuaan populasi, serta tekanan komersial yang mendorong konsumsi makanan tidak sehat membuat risiko PTM menyebar lebih cepat.[1]
Secara ringkas fakta kuncinya:[1]
- PTM menyebabkan lebih dari 41 juta kematian tiap tahun secara global.
- Sekitar 25% dari kematian itu terjadi di negara berpenghasilan tinggi; 75% terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
- Setiap tahun 17 juta orang meninggal sebelum usia 70 tahun (kematian dini), dan 86% dari kematian dini ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Situasi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia
Prevalensi PTM terus meningkat, baik secara global maupun nasional, sehingga deteksi dini sejak usia remaja menjadi prioritas. Pada 2021, PTM menyumbang sekitar 38% dari total kematian global. Di Indonesia, peningkatan prevalensi berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup, faktor risiko yang bertambah, dan proses urbanisasi — semua itu memperkuat urgensi tindakan pencegahan dan pengendalian.[3, 4]
Cara Mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)

Dengan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM).
Penyakit Tidak Menular (PTM) menuntut respons terpadu dari berbagai pihak untuk menahan laju pertumbuhannya. Pemerintah — terutama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — memiliki peran strategis dalam merancang kebijakan pencegahan, memperluas program promosi dan edukasi kesehatan, serta memperkuat layanan kesehatan termasuk kapasitas deteksi dini. Langkah-langkah ini menjadi landasan untuk membentuk lingkungan yang memudahkan praktik hidup sehat.[1]
Keberhasilan upaya pencegahan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Perubahan perilaku individu menjadi tumpuan utama, misalnya:[1]
- menerapkan pola makan seimbang;
- meningkatkan aktivitas fisik;
- menghentikan konsumsi tembakau dan mengurangi alkohol;
- mengendalikan faktor risiko metabolik (berat badan, gula darah, dan kadar lipid).
Karena banyak PTM berakar pada kebiasaan yang tidak sehat, pengelolaan diri secara konsisten akan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.
Pencegahan PTM harus dipandang sebagai gerakan kolektif yang menyatukan kebijakan nasional, dukungan komunitas, dan tanggung jawab individu. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga kesehatan memperkuat pengendalian PTM secara menyeluruh dan berkelanjutan.[1]
Baca juga:
Kalender Hari-Hari Bidang Kesehatan 2026
Mengenal Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pemeriksaan TBC
Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC) 3 diff & 5 diff: Apa Bedanya?
Validasi Proses Produksi di Industri Pangan dan Farmasi
FAQ Seputar Penyakit Tidak Menular (PTM)
1. Apa itu Penyakit Tidak Menular (PTM)?
PTM merupakan penyakit kronis yang tidak menular antarmanusia, berkembang perlahan dari kebiasaan hidup tidak sehat. PTM menyebabkan 41 juta kematian per tahun — 74% dari seluruh kematian di dunia.
2. Apa Bedanya PTM Dengan Penyakit Menular?
Penyakit menular disebabkan patogen (bakteri, virus) yang berpindah antarindividu. PTM tumbuh dari akumulasi faktor risiko bertahun-tahun, tidak menular, dan hampir tidak bisa sembuh total — sehingga butuh pengelolaan seumur hidup.
3. Penyakit Apa Saja yang Termasuk PTM?

Penyaki-penyakit yang termasuk PTM.
4. Faktor Risiko Apa yang Tidak Bisa Diubah?
Usia, jenis kelamin, genetika, dan ras/etnis. Mengenali faktor-faktor ini mendorong kewaspadaan dan deteksi lebih awal.
5. Gaya Hidup Apa yang Paling Berisiko Memicu PTM?
Pola makan tinggi gula dan garam, merokok, kurang gerak, dan konsumsi alkohol. Keempatnya saling memperkuat — mengubah satu kebiasaan saja sudah berdampak signifikan.
6. Apakah Obesitas dan Hipertensi Termasuk Faktor Risiko PTM?
Ya. Obesitas, hiperglikemia (gula darah tinggi), hiperlipidemia (kolesterol tinggi), dan hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah pemicu utama komplikasi PTM — dan semuanya bisa dideteksi lebih awal.
7. Apakah Lingkungan dan Kondisi Ekonomi Memengaruhi Risiko PTM?
Sangat memengaruhi. Kemiskinan membatasi akses gizi dan layanan kesehatan. Polusi udara memperburuk risiko penyakit paru dan kardiovaskular. Risiko PTM bukan sekadar soal pilihan pribadi.
8. Mengapa PTM Jadi Tantangan Serius di Negara Berkembang?
- 75% kematian akibat PTM terjadi di negara berpenghasilan rendah-menengah
- 17 juta orang meninggal sebelum usia 70 tahun setiap tahun
- 86% kematian dini terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia
9. Bagaimana Cara Mencegah PTM?
Dua jalur utama: kebijakan kesehatan dari pemerintah dan perubahan perilaku individu. Langkah praktisnya: makan seimbang, aktif bergerak, berhenti merokok, batasi alkohol, dan rutin cek kondisi metabolik (gula darah, kolesterol, tekanan darah).
10. Siapa yang Bertanggung Jawab Mengendalikan PTM?
Semua pihak — pemerintah, industri kesehatan, tenaga medis, dan individu. Deteksi dini melalui alat diagnostik yang tepat menjadi salah satu kunci pengendalian PTM secara efektif dan berkelanjutan.
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi Artikel:
- Piovani, D., Nikolopoulos, G. K., & Bonovas, S. (2022). Non-Communicable Diseases: The Invisible Epidemic. Journal of Clinical Medicine, 11(19). https://doi.org/10.3390/jcm11195939
- World Health Organization. (n.d.). Noncommunicable diseases. Regional Office for the Eastern Mediterranean. https://www.emro.who.int/noncommunicable-diseases/diseases/diseases.html. Accessed 4 Mar. 2026.
- Fadhilah, S., Rusliani, D. M., Nuryati, A., & Suryantara, B. (2025). Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja Karang Taruna: Skrining dan Upaya Pencegahan. Room of Civil Society Development, 4(1), 222–233. https://doi.org/10.59110/rcsd.537
- World Health Organization. (2024). The top 10 causes of death. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
