Home 9 Blog 9 Panduan Lengkap Tes Cepat Molekuler (TCM) Deteksi TBC-RO

Panduan Lengkap Tes Cepat Molekuler (TCM) Deteksi TBC-RO

Nov 3, 2023 • 6 minutes read

Nama TBC mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Penyakit yang satu ini dapat mengenai siapa saja. Oleh karena itu, dibutuhkan tes yang akurat untuk mendeteksinya sejak dini. Dan, Tes Cepat Molekuler bisa menjadi salah satu solusi untuk itu.

Apa Itu Tes Cepat Molekuler?

Tes Cepat Molekuler atau dikenal juga dengan sebutan TCM adalah salah satu metode untuk mendeteksi penyakit TBC. Metode ini menggunakan teknologi nested real-time PCR. TCM memiliki teknologi & metode yang berbeda dengan uji konvensional dalam mendeteksi TBC[1].

Keuntungan Tes Cepat Molekuler untuk TBC

Pemeriksaan TBC dengan menggunakan alat TCM menawarkan banyak keuntungan. Dibandingkan dengan metode lama, TCM dinilai lebih efektif dalam mendeteksi TBC. Selain itu, berikut adalah keuntungan-keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dalam pengujian TBC dengan TCM:

1. Level Sensitivitas Tinggi

Memiliki sensitivitas yang lebih tinggi. Hal ini dibutuhkan guna mendeteksi TBC-RO atau TBC Resisten Obat.

2. Hasil Yang Cepat

Hasil didapat dalam waktu yang sangat cepat, yaitu kurang dari 2 jam. Dibandingkan dengan pengujian standar TBC lainnya, yaitu tes kulit tuberkulin dan tes darah IGRA, waktu pengujian TCM jauh lebih cepat. Tes kulit tuberkulin memakan waktu 48-72 jam, dimana Anda harus mendatangi dokter kembali untuk melihat reaksi kulit. Sedangkan tes darah IGRA membutuhkan waktu 24 jam untuk mendapatkan hasilnya[2].

3. Dapat Mendeteksi 2 Jenis TBC dan TBC-RO

Tes Cepat Molekuler digunakan untuk mendeteksi TBC dengan bakteri MTB yang normal dan TBC-RO, yang mana bakteri MTB yang menginfeksi sudah resistensi terhadap obat TBC, salah satunya adalah rifamsipin, obat yang sering digunakan untuk mengobati TBC.

Karena kepraktisan metode ini, maka Pemerintah Indonesia juga menyarankan penggunaan pemeriksaan TCM untuk mendeteksi TBC. Hal ini tertuang dalam Permenkes No. 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TB dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan TB Melalui Penguatan Laboratorium TB 2016 – 2020[3].

Peraturan Kementerian Kesehatan ini mengatur tentang usaha untuk menanggulangi Tuberkolosis yang mengkhawatirkan di beberapa daerah. Disebutkan dengan jelas bahwa metode Tes Cepat Molekuler menjadi solusi untuk pendeteksian dini dengan akurasi tinggi.

Tes Cepat Molekuler untuk TBC-RO

TBC-RO merupakan salah satu jenis TBC yang paling berbahaya. Alasannya adalah bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang pasien sudah kebal terhadap obat TBC.

Baca Juga: Tuberkulosis: Penyebab, Gejala dan Cara Penyembuhan

Meskipun begitu, dengan pendeteksian sejak dini, maka dapat dilakukan pemilihan obat yang sesuai. Hal itu akan memperbesar peluang untuk sembuh. Lalu, mengapa seseorang dapat terjangkit penyakit TBC-RO?

Salah satu alasannya adalah pemberian obat yang tidak sesuai. Sebelumnya, pasien TBC tersebut sudah menjalani pengobatan. Namun, pengobatan tidak tuntas bahkan tidak sesuai dengan petunjuk. Hal ini seperti melatih bakteri untuk membentuk ketahanan terhadap komponen obat yang diberikan dan memunculkan TBC-RO.

Selain pengobatan yang kurang memadai, Anda juga dapat terkena TBC-RO karena tertular dari orang lain. Seperti yang diketahui, TBC dapat ditularkan melalui nafas atau batuk. Bila seseorang yang menulari Anda mengidap TBC-RO, maka Anda pun akan terjangkit penyakit ini.

Lalu, bagaimana mesin Tes Cepat Molekuler dapat mendeteksi TBC-RO? Untuk mendeteksi apakah Anda memiliki penyakit ini, maka dibutuhkan sampel berupa dahak. Dahak diambil dengan dua cara, yaitu Anda mengeluarkannya sendiri atau diambil dengan cara induksi.

Mesin Tes Cepat Molekuler akan menggunakan algoritma khusus untuk mengukur jumlah DNA MTB & MTB resisten obat di sampel tersebut.

Baca Juga: Mengenal Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pemeriksaan TBC

WHO menyarankan penggunaan TCM untuk mendeteksi TBC-RO. Hal ini dikarenakan, metode ini dipandang sangat akurat, hemat, dan efektif. Kecepatannya juga menjadi salah satu alasan mengapa metode ini dipandang sebagai cara terbaik untuk menemukan penyakit TBC-RO pada pasien[4].

WHO juga menetapkan standar penggunaan TCM. Hal ini berupa 12 panduan yang terbagi menjadi empat tahap dalam pemeriksaan, yaitu[4]:

    • Identifikasi pasien yang diduga memiliki TBC-RO.
    • Pemberian akses untuk tes/pemeriksaan.
    • Pelaksanaan tes/pemeriksaan.
    • Hasil diagnosa diterima.

Panduan WHO ini diberlakukan untuk semua negara. Nantinya, negara-negara tersebut akan mengikuti dan menyediakan fasilitas berdasarkan panduan tersebut. Hal ini dilakukan guna untuk memerangi penyebaran TBC, khususnya TBC-RO.

Alat TCM Terbaik untuk Mendeteksi TBC-RO

Saat ini sudah tersedia banyak mesin penguji yang dapat melakukan Tes Cepat Molekuler. Namun, untuk hasil terbaik, Anda harus menggunakan alat penguji yang dapat diandalkan dalam mendeteksi TBC, yaitu GeneXpert System.

Ada beberapa keunggulan yang diberikan alat GeneXpert System untuk deteksi TBC-RO. Yang pertama adalah fleksibilitas dalam kinerja. Anda dapat menggunakannya dan mengatur bagaimana fungsinya sesuai dengan kebutuhan. Alat ini dapat bekerja secara optimal dan memberikan Tes Cepat Molekuler secara benar.

Akurasi dari alat TCM dari GeneXpert System tidak perlu diragukan. Akurasi yang tinggi untuk deteksi TBC membuktikan keunggulannya. Hal ini dapat membantu bila terjadi wabah atau peningkatan kasus TBC-RO di satu daerah. Instansi atau fasilitas kesehatan yang memakainya dapat memberikan pelayanan yang akurat setiap saat.

Tampilan antar muka (interface) GeneXpert System didesain intuitif sehingga memudahkan Anda untuk mengoperasikan instrumen Tes Cepat Molekuler ini. Semua fungsi dan perangkat lunak (software) dapat dioperasikan dengan mudah sehingga layanan pemeriksaan dan pendeteksian TBC-RO sejak dini dapat segera dilakukan.

Desain luar atau penampilannya juga perlu diacungi jempol. Tampilannya minimalis dan indah. Sangat cocok untuk digunakan diberbagai tempat. Selain itu, GeneXpert System memiliki ukuran yang compact sehingga penggunaannya yang efisien dan dapat memberikan kesan yang lebih nyaman untuk ruangan pemeriksaan TBC-RO.

Pemilihan mesin yang tepat akan berdampak besar bagi pelaksanaan Tes Cepat Molekuler untuk TBC-RO. Diharapkan dengan penggunaan mesin atau alat terbaik dapat mencapai hasil yang terbaik juga. Hal tersebut akan mendukung misi Pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran TBC. Dan, hal itu juga searah dengan standar yang sudah ditetapkan oleh WHO mengenai Tes Cepat Molekuler ini.

Prinsip Kerja TCM

GeneXpert System menggunakan sistem otomatis yang menggabungkan beberapa proses pada PCR. Proses-proses tersebut adalah[5]:

    • Purifikasi spesimen.
    • Amplifkasi asam nukleat.
    • Deteksi sekuen target.

Pemeriksaan GeneXpert System menggunakan cartridge sekali pakai. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kontaminasi antara sampel.

Lalu apa yang bisa dideteksi dari alat Tes Cepat Molekuler ini? Alat ini akan menemukan bakteri MTB dan resistansinya terhadap rifampisin. Proses penggandaan sekuen untuk gen rpoB dari bakteri MTB tersebut akan muncul pada layar antar mukanya (interface) GeneXpert System sehingga Anda bisa memantau progres pengujian sampai dengan efek yang akan menampilkan status dari bakteri tersebut. Ada lima status yang bisa ditemukan, yaitu:

    • MTB terdeteksi – ada bakteri MTB yang aktif dalam sampel.
    • Rifampisin Resistan tidak terdeteksi – dalam bakteri MTB tersebut tidak ditemukan adanya resistensi terhadap rifampisin, zat yang bertugas sebagai antibiotik pada obat TBC.
    • Rifampisin Resistan terdeteksi – artinya, ada resistensi dan kemungkinan besar ada TBC-RO.
    • Rifampisan Resistan indeterminate – bakteri TBC terdeteksi tapi tidak menunjukkan nilai optimal deteksi seperti pada status Rifampisin Resistan terdeteksi.
    • Tidak terdeteksi MTB – tidak terdapat MTB yang terdeteksi.

Pengujian TCM dengan GeneXpert System berjalan secara otomatis. Hal itu juga yang menyebabkan proses pendeteksian dan pemeriksaan TBC-RO dengan alat Tes Cepat Molekuler berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan dengan tes konvensional deteksi TBC. Dengan efisiensi dan akurasi yang tinggi, maka tidak heran bila alat GeneXpert System untuk deteksi TBC-RO sangat direkomendasikan.

Pengobatan TBC-RO

Setelah TBC-RO terdeteksi dengan metode Tes Cepat Molekuler, lantas apa yang harus dilakukan selanjutnya? Ada beberapa perawatan yang bisa diberikan untuk penderita TBC-RO. Perawatan tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perawatan jangka pendek dan jangka panjang.

Perawatan jangka pendek membutuhkan waktu sekitar 9 bulan. Sedangkan untuk pengobatan jangka panjang, waktu yang dibutuhkan hingga 20 bulan dan dilakukan secara berkelanjutan. Untuk metode pengobatannya, pasien akan diberikan antibiotik yang diharapkan dapat membunuh bakteri penyebab penyakit ini. Dengan diberikan secara berkala dan berkelanjutan, diharapkan bakteri akan mati dan meningkatkan imunitas alami tubuh pasien[6].

Perlu diketahui juga bila pengobatan TBC-RO dapat menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang dapat muncul seperti sakit kepala, kesemutan dan mual, nyeri dada, jantung berdebar dan sesak nafas.

Pada sebagian besar kasus, efek samping tersebut akan hilang secara alami. Begitu pengobatan selesai dan TBC-RO berhasil disembuhkan. Namun, bila Anda merasakannya secara berkelanjutan, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.

Biasanya, dokter juga akan memeriksa kondisi Anda setelah menjalani Tes Cepat Molekuler dan menerima hasil positif. Dokter akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Dengan demikian, efek samping yang muncul juga dapat dicegah.

Baca Juga: Tes Cepat Molekuler (TCM) Solusi Pemerintah RI Menangani TB

Pencegahan TBC-RO

Setelah Anda sembuh dari TBC-RO, disarankan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Caranya mudah. Misalnya, Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat dengan makan makanan sehat, olahraga teratur dan menjaga kebersihan badan. Lalu, gunakan pula masker saat berkegiatan di ruang publik.

Pastikan rumah dan ruangan Anda memiliki ventilasi yang baik. Jadi, udara akan memiliki sirkulasi yang baik dan membawa keluar kuman dan bakteri yang menimbulkan penyakit. Cukup mudah, bukan?

Itu dia beberapa informasi mengenai TBC-RO dan juga cara paling efektif untuk mendeteksinya, yaitu Tes Cepat Molekuler. Diharapkan, Anda akan dapat mencegah atau mendeteksi penyakit ini secara cepat. Lalu, pengobatan yang sesuai dapat diberikan dan Anda terbebas dari penyakit TBC.

Baca Juga: Faktor Utama END TB Sulit Dicapai: Sosio-Ekonomi & SISLAKES

Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai Tes Cepat Molekuler GeneXpert System, silakan hubungi kami melalui berikut ini:

Pelajari Selengkapnya

 

Referensi Artikel:

  1. Lusinta, Hesty. (2020). Tes Cepat Molekuler (TCM). RSUP Soeradji. https://rsupsoeradji.id/tes-cepat-molekuler-tcm/.
  2. (2020). Tuberculin Skin Testing. https://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/testing/skintesting.pdf.
  3. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Biro Hukum Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._67_ttg_Penanggulangan_Tuberkolosis_.pdf.
  4. (2023). WHO releases first-ever Standard on universal access to rapid TB diagnostics. https://www.who.int/news/item/19-04-2023-who-releases-first-ever-standard-on-universal-access-to-rapid-tb-diagnostics.
  5. Kementerian Kesehatan. (2017). Petunjuk Teknis Pemeriksaan TB Menggunakan Tes Cepat Molekuler. https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2020/05/LAB_PETUNJUK-TEKNIS-PEMERIKSAAN-TB-DENGAN-TCM-2017.pdf
  6. Dinkes Provinsi NTB. (2021). Tuberkulosis Resisten Obat, Bukan Tuberkulosis Biasa. https://dinkes.ntbprov.go.id/berita/datin/tuberkulosis-resisten-obat-bukan-tuberkulosis-biasa/

Kualitas Terjamin, Layanan Kesehatan Terbaik!

Tingkatkan layanan kesehatan yang Anda berikan dengan menggunakan alat kesehatan yang terjamin kualitasnya dan diakui lembaga internasional.