HBV dan CML: Mengapa Skrining Penting Dilakukan?
Pemeriksaan hepatitis B penting dilakukan sebelum pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML) dengan mutasi BCR-ABL memulai terapi Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI). Tujuannya untuk mencegah reaktivasi virus hepatitis B (HBV) yang dapat memicu peradangan hati.[1]

Perbandingan kondisi normal dan leukemia. Sumber: Cancer Council NSW.
Risiko Reaktivasi HBV pada Terapi TKI
Reaktivasi HBV terjadi saat virus yang sebelumnya dorman kembali aktif. Obat TKI memiliki kaitan kuat dengan kondisi ini.[1]
Temuan penting dari studi:[1, 2, 3, 4]
- Risiko hepatitis B meningkat 56% dalam 90 hari pertama terapi TKI.
- Dalam pemakaian hingga 1 tahun, risiko dapat mencapai 66%.
- Pada pasien perempuan, kemungkinan reaktivasi dapat 3× lebih tinggi.
- Reaktivasi paling sering muncul pada 2–6 bulan pertama terapi.
- Median waktu kemunculan reaktivasi: 2 bulan setelah memulai TKI.

Pengobatan dengan inhibitor tirosin kinase pada pasien dengan reaktivasi hepatitis B.[3]
Mekanisme Terjadinya Reaktivasi HBV
TKI dapat melemahkan sistem imun melalui beberapa cara:[1, 5, 6]
- Menghambat aktivitas dan proliferasi sel T, yang berfungsi mengendalikan HBV laten.
- Mengganggu fungsi kinase c-Abl, yang biasanya membantu menekan replikasi HBV.
- Kombinasi dua mekanisme ini memberi ruang bagi virus untuk kembali berkembang.
Baca Juga:
Leukemia – Semua Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Jenis Kanker Darah Ini
Hepatitis B: Kenali Penyakitnya & Cegah Penularannya
Xpert HBV VL: Inovasi Pemantauan DNA HBV yang Lebih Efektif
Hepatitis B: Pentingnya Pemantauan DNA HBV & Studi Kasusnya
Kelompok Pasien yang Lebih Berisiko
1. Pasien dengan HBsAg Positif
- Risiko reaktivasi mencapai 15–24%.[2, 3]
- Pada beberapa populasi pasien, angka reaktivasi tercatat sekitar 18%.[2, 3]
- Sebagian besar membutuhkan terapi antivirus selama penggunaan TKI.[2, 3]
2. Riwayat Infeksi HBV yang Sudah Pulih (Anti-HBc Positif)
- Masih memiliki risiko reaktivasi, meskipun lebih rendah.[2]
- Tetap membutuhkan pemantauan rutin sepanjang terapi.[2]
Pemeriksaan yang Dianjurkan Sebelum Memulai TKI
Menurut American Society of Clinical Oncology (ASCO) dan panduan hematologi internasional, pemeriksaan berikut perlu dilakukan:[2, 7]
- HBsAg
- Anti-HBc total
- Anti-HBs
- Alanin Aminotransferase (ALT)
- DNA HBV bila serologi menunjukkan paparan

Ringkasan Analisis Biaya-Manfaat Terkini (2015-2020) tentang Skrining Infeksi Virus Hepatitis B pada Pasien Kanker.[7]
Strategi Pemantauan: Pasien HBsAg positif perlu observasi lebih intens selama 2 bulan pertama, karena merupakan periode risiko tertinggi.[3]
Terapi Pencegahan pada Pasien Berisiko
Untuk meminimalkan reaktivasi, langkah berikut direkomendasikan:[2]
1. HBsAg Positif
- Disarankan memulai profilaksis antivirus (entecavir atau tenofovir).
- Terapi antivirus diberikan bersamaan dengan dimulainya TKI.
2. Riwayat Infeksi HBV (Anti-HBc Positif)
- Tidak langsung diberi antivirus, tetapi perlu monitor ketat untuk mendeteksi tanda reaktivasi.
Pelajari Selengkapnya:
Alat Kesehatan Deteksi HBV – Xpert® HBV Viral Load
Alat Kesehatan Deteksi HBV & BCR-ABL – Cepheid GeneXpert® System
Alat Kesehatan Deteksi HBV – Xpert® BCR-ABL Ultra p190
Alat Kesehatan Deteksi HBV – Xpert® BCR-ABL Ultra
Kesimpulan
Skrining HBV sebelum terapi TKI merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko reaktivasi dan komplikasi hati. Penilaian yang tepat di awal membantu menjalankan terapi CML secara aman.[1]
FAQ – Pentingnya Skrining Hepatitis B pada Pasien CML BCR-ABL
1. Mengapa Skrining Hepatitis B Penting Sebelum Terapi TKI Pada Pasien CML?
Karena TKI dapat memicu reaktivasi HBV yang menyebabkan peradangan hati.
2. Kapan Reaktivasi HBV Biasanya Muncul?
Umumnya pada 2–6 bulan pertama, dengan median 2 bulan setelah memulai TKI.
3. Siapa yang Paling Berisiko Mengalami Reaktivasi HBV?
Pasien HBsAg positif dan pasien perempuan yang menjalani terapi TKI.
4. Apa Saja Tes yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai TKI?
HBsAg, anti-HBc, anti-HBs, ALT, dan DNA HBV (bila serologi menunjukkan paparan).
5. Apakah Pasien Dengan Riwayat Infeksi HBV yang Sudah Pulih Tetap Berisiko?
Ya, masih berisiko meskipun lebih rendah dan perlu pemantauan rutin.
6. Antivirus Apa yang Direkomendasikan sebagai Pencegahan?
Entecavir atau tenofovir, karena aman dan memiliki risiko resistensi rendah.
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi Artikel:
- Wang, L. Y., Chu, S. C., Lo, Y., Yang, Y. Y., & Chan, K. A. (2021). Association of Bcr-Abl tyrosine kinase inhibitors with hepatitis B virus reactivation requiring antiviral treatment in Taiwan. JAMA Network Open, 4(4), e214132. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2021.4132.
- Atteya, A., Ahmad, A., Daghstani, D., Mushtaq, K., & Yassin, M. A. (2020). Evaluation of hepatitis B reactivation among patients with chronic myeloid leukemia treated with tyrosine kinase inhibitors. Cancer Control, 27(1), 1073274820976594. https://doi.org/10.1177/1073274820976594.
- Kong, J. H., Jang, J. Y., Ko, T. H., Kang, S. H., & Kim, Y. (2022). High rate of hepatitis B reactivation during tyrosine kinase inhibitor treatment among patients with chronic myeloid leukemia in Korea. Blood Research, 57(4), 290–293. https://doi.org/10.5045/br.2022.2022099.
- Hochhaus, A., Baccarani, M., Silver, R. T., et al. (2020). European LeukemiaNet 2020 recommendations for treating chronic myeloid leukemia. Leukemia, 34, 966–984. https://doi.org/10.1038/s41375-020-0776-2.
- Chang, Y., Jeong, S. W., & Jang, J. Y. (2022). Hepatitis B virus reactivation associated with therapeutic interventions. Frontiers in Medicine, 8, 770124. https://doi.org/10.3389/fmed.2021.770124.
- Hou, L., Zhao, J., Gao, S., Ji, T., Song, T., Li, Y., Wang, J., Geng, C., Long, M., Chen, J., Lin, H., Cai, X., & Cang, Y. (2019). Restriction of hepatitis B virus replication by c-Abl–induced proteasomal degradation of the viral polymerase. Science Advances. https://doi.org/10.1126/sciadv.aau7130.
- Hwang, J. P., Feld, J. J., Hammond, S. P., Wang, S. H., Alston-Johnson, D. E., Cryer, D. R., Hershman, D. L., Loehrer, A. P., Sabichi, A. L., Symington, B. E., Terrault, N., Wong, M. L., Somerfield, M. R., & Artz, A. S. (2020). Hepatitis B virus screening and management for patients with cancer prior to therapy: ASCO provisional clinical opinion update. Journal of Clinical Oncology, 38(31), 3698–3715. https://doi.org/10.1200/JCO.20.01757.