Home 9 Blog 9 World Cervical Cancer Elimination Day 2025 — “Act Now: Eliminate Cervical Cancer”

World Cervical Cancer Elimination Day 2025 — “Act Now: Eliminate Cervical Cancer”

Nov 17, 2025 • 6 minutes read

World Cervical Cancer Elimination Day 2025 — “Act Now: Eliminate Cervical Cancer”

Pada 17 November 2025, dunia memperingati World Cervical Cancer Elimination Day, hari kesehatan global pertama yang ditetapkan pada kegiatan World Health Assembly ke-78 (WHA78.8) khusus untuk menghapuskan satu jenis kanker.[1]

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, bergabung dengan menteri kesehatan dari negara-negara anggota yang menjadi sponsor bersama resolusi untuk menetapkan 17 November sebagai Hari Penghapusan Kanker Serviks Sedunia.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, bergabung dengan menteri kesehatan dari negara-negara anggota yang menjadi sponsor bersama resolusi untuk menetapkan 17 November sebagai Hari Penghapusan Kanker Serviks Sedunia.[1]

Peringatan ini melanjutkan komitmen global yang dimulai pada 17 November 2020, ketika 194 negara sepakat bekerja bersama untuk mengakhiri kanker serviks. WHO pun meluncurkan Global Strategy untuk mempercepat langkah menuju eliminasi kanker ini sebagai masalah kesehatan masyarakat.[1]

Sejak saat itu, berbagai komunitas, pemerintah, dan organisasi mitra bersatu meningkatkan akses terhadap vaksinasi HPV, pemeriksaan deteksi dini, serta layanan pengobatan yang menyeluruh demi meningkatkan kesehatan perempuan dan kesetaraan layanan kesehatan di seluruh dunia.[1]

 

 

Mengenal HPV dan Kaitannya dengan Kanker Serviks

Ilustrasi Kanker Serviks

Ilustrasi Kanker Serviks. Sumber: clevelandclinic.org

Human papillomavirus (HPV) merupakan infeksi menular seksual yang sangat umum dan dapat memengaruhi kulit, area genital, hingga tenggorokan. Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya sekali dalam hidupnya, sering kali tanpa gejala.[2]

Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, infeksi yang menetap dari tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang berkembang menjadi kanker serviks.[2]

 

Faktor Risiko dan Proses Terjadinya Kanker Serviks

Sekitar 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang menetap pada leher rahim. Dalam kondisi normal, proses perubahan sel menjadi kanker berlangsung 15–20 tahun, tetapi bisa lebih cepat (5–10 tahun) pada perempuan dengan sistem imun lemah seperti penderita HIV yang tidak diobati.[2]

Beberapa faktor yang mempercepat perkembangan kanker antara lain jenis HPV yang menyerang, daya tahan tubuh, infeksi menular seksual lain, jumlah kelahiran, usia muda saat hamil pertama, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang, dan kebiasaan merokok.[2]

 

Pencegahan Infeksi HPV

Peningkatan pengetahuan masyarakat, kemudahan akses informasi, serta layanan kesehatan yang merata menjadi kunci utama pencegahan HPV sepanjang kehidupan. Berikut beberapa langkap pencegahannya:[2]

    • Vaksinasi pada usia 9–14 tahun merupakan cara paling efektif mencegah infeksi HPV dan kanker serviks.
    • Pemeriksaan rutin sejak usia 30 tahun (atau mulai 25 tahun bagi perempuan dengan HIV) dapat mendeteksi perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker.
    • Deteksi dan pengobatan dini sangat penting jika muncul gejala atau kekhawatiran tertentu.

Vaksin HPV dan Langkah Pencegahan Lainnya

Hingga tahun 2023, terdapat enam jenis vaksin HPV yang telah digunakan secara global. Semuanya terbukti aman dan efektif mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18—penyebab utama kanker serviks.[2]

Vaksin direkomendasikan bagi anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, dengan 1–2 dosis, sedangkan individu dengan imunitas rendah sebaiknya menerima 2–3 dosis. Beberapa negara juga memberikan vaksin HPV untuk anak laki-laki guna mengurangi penyebaran virus di masyarakat.[2]

Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain meliputi berhenti merokok, penggunaan kondom secara konsisten, serta sirkumsisi (khitan) pada laki-laki yang dilakukan secara sukarela.[2]

 

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Tepat

Perempuan dianjurkan melakukan skrining kanker serviks setiap 5–10 tahun mulai usia 30 tahun, dan setiap 3 tahun bagi yang hidup dengan HIV. WHO merekomendasikan pemeriksaan minimal dua kali seumur hidup, pada usia 35 dan 45 tahun, dengan metode uji HPV berkinerja tinggi.[2]

Jika hasil tes menunjukkan adanya infeksi HPV, dokter akan memeriksa adanya perubahan sel pada leher rahim. Pengobatan lesi pra-kanker tergolong sederhana, cepat, dan efektif mencegah perkembangan kanker.[2]

Metode pengobatan dapat berupa:[2]

    • Thermal ablation (pembakaran jaringan abnormal menggunakan panas),
    • Cryotherapy (pembekuan jaringan abnormal),
    • LEETZ (pengangkatan jaringan dengan alat berbentuk loop elektrik), atau
    • Biopsi kerucut (pengambilan jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim).

Kanker serviks dapat disembuhkan bila terdeteksi dan diobati sejak dini. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan tidak normal, keputihan berbau, nyeri panggul, nyeri punggung bawah, penurunan berat badan, dan kelelahan.[2]

Penanganan lanjutan mencakup pembedahan, radioterapi, kemoterapi, hingga perawatan paliatif untuk mengontrol nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien.[2]

 

Komitmen Dunia Menuju Eliminasi Kanker Serviks

World Cervical Cancer Elimination Day 2025 Toolkit

World Cervical Cancer Elimination Day 2025 Toolkit.[1]

Seluruh negara berkomitmen menghapus kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat. WHO menetapkan tiga target utama yang harus dicapai pada 2030:[2]

    • 90% anak perempuan menerima vaksin HPV sebelum usia 15 tahun,
    • 70% perempuan menjalani skrining pada usia 35 dan 45 tahun,
    • 90% perempuan dengan penyakit serviks mendapatkan pengobatan.

Pencapaian target ini diperkirakan dapat mencegah 74 juta kasus baru dan 62 juta kematian akibat kanker serviks hingga tahun 2120. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi global WHO dalam mengendalikan HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual lainnya.[2]

 

Tema 2025: “Act Now: Eliminate Cervical Cancer

Peringatan tahun ini mengusung tema “Act Now: Eliminate Cervical Cancer” yang menyerukan aksi nyata dan kolaborasi global untuk mempercepat pencapaian target 90-70-90 pada 2030.[1]

Setiap anak perempuan perlu mendapat perlindungan melalui vaksinasi HPV, dan setiap perempuan berhak atas akses pencegahan, skrining, serta pengobatan yang berkualitas. Eliminasi kanker serviks dapat tercapai jika langkah nyata dilakukan sekarang—bersama.[1]

 

Mengapa Hari Eliminasi Kanker Serviks Dunia Penting

Peringatan ini menjadi momen penting untuk menjaga perhatian dan komitmen politik terhadap isu kanker serviks. Seperti halnya World AIDS Day atau World Polio Day, hari ini berperan dalam menjaga fokus, pendanaan, dan aksi global untuk kesehatan perempuan.[3]

Hari ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah agar memasukkan layanan vaksinasi, skrining, dan pengobatan kanker serviks ke dalam sistem Universal Health Coverage dan program jaminan kesehatan nasional.[3]

Selain itu, peringatan tahunan ini menjadi kesempatan untuk menilai kemajuan, berbagi inovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga donor, sektor swasta, serta masyarakat.[3]

 

Baca Juga:

Kanker Serviks & Peran Tes Cepat Molekuler Pada Pemeriksaan HPV

Bulan Peduli Kanker Serviks 2025: Pentingnya Tes Molekuler Dini

 

Pelajari Selengkapnya:

Alat Kesehatan Deteksi HPV – Xpert® HPV

Tes Molekuler Cepat Deteksi Beragam Penyakit – Cepheid GeneXpert® System

 

FAQ Seputar World Cervical Cancer Elimination Day 2025

1. Apa itu World Cervical Cancer Elimination Day?

World Cervical Cancer Elimination Day adalah hari kesehatan global yang diperingati setiap 17 November untuk mempercepat upaya dunia menghapus kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat.

2. Mengapa Kanker Serviks Menjadi Fokus Eliminasi Dunia?

Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah sepenuhnya melalui vaksinasi HPV, deteksi dini, dan pengobatan lesi pra-kanker secara tepat.

3. Apa Penyebab Utama Kanker Serviks?

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe berisiko tinggi yang menetap di leher rahim dalam jangka panjang.

4. Bagaimana Cara Penularan Virus HPV?

HPV menular melalui kontak seksual, termasuk hubungan genital, oral, atau kulit ke kulit di area genital.

5. Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Serviks?

Perempuan dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV, perokok, atau yang memiliki riwayat infeksi menular seksual berisiko lebih tinggi mengalami kanker serviks.

6. Kapan Waktu Terbaik untuk Vaksinasi HPV?

Vaksin HPV paling efektif diberikan pada anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, dengan satu hingga dua dosis sesuai rekomendasi medis.

7. Apakah Perempuan yang Sudah Vaksin Masih Perlu Skrining?

Ya. Skrining tetap penting karena vaksin tidak melindungi dari semua tipe HPV penyebab kanker serviks. Pemeriksaan rutin membantu deteksi dini perubahan sel.

8. Apa Saja Metode Pemeriksaan Kanker Serviks?

Metode skrining meliputi tes HPV, Pap smear, dan inspeksi visual serviks. Tes HPV memiliki akurasi tertinggi untuk mendeteksi risiko kanker sejak dini.

9. Apa Gejala Awal Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai?

Gejalanya meliputi perdarahan tidak normal, keputihan berbau, nyeri panggul, nyeri punggung bawah, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

10. Apakah Kanker Serviks Bisa Disembuhkan?

Kanker serviks dapat disembuhkan bila terdeteksi dan diobati sejak dini. Pengobatan mencakup operasi, radioterapi, kemoterapi, dan perawatan paliatif bila diperlukan.

 

PT Medquest Jaya Global

Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:

Pelajari Selengkapnya

 

 

 

Referensi Artikel:

  1. World Health Organization. (2025). World Cervical Cancer Elimination Day. https://www.who.int/campaigns/world-cervical-cancer-elimination-day/2025 (diakses pada 13 november 2025).
  2. World Health Organization. (2024, March 5). Cervical cancer [Fact sheet]. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer (diakses pada 13 november 2025).
  3. Makanjuola-Akinola, S., & Shinkafi-Bagudu, Z. (2025, May 19). A global milestone: Why a World Cervical Cancer Elimination Day matters. World Economic Forum. https://www.weforum.org/stories/2025/05/world-cervical-cancer-elimination-day/ (diakses pada 13 november 2025).
Share

Kualitas Terjamin, Layanan Kesehatan Terbaik!

Tingkatkan layanan kesehatan yang Anda berikan dengan menggunakan alat kesehatan yang terjamin kualitasnya dan diakui lembaga internasional.