Laporan Tuberkulosis Global WHO 2025: Kasus Tuberkulosis Global Menurun, Tetapi Indonesia Masih Memiliki Beban Tinggi
Apa yang Dimaksud dengan Global TB Report?
Global TB Report adalah laporan tahunan resmi yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang menyajikan gambaran menyeluruh mengenai situasi tuberkulosis (TB) di tingkat global. Laporan ini dirancang sebagai sumber data berbasis bukti untuk memahami beban TB, arah tren penyakit, serta efektivitas upaya pengendalian di berbagai negara.
Penyusunan Global TB Report mengacu pada data resmi dari 184 negara, yang diperkuat melalui survei kesehatan nasional dan pemodelan epidemiologi WHO. Pendekatan ini memastikan konsistensi dan akurasi data lintas wilayah, sehingga laporan ini diakui sebagai rujukan global yang kredibel oleh pemerintah, peneliti, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan.
Dalam satu laporan terpadu, Global TB Report memuat informasi utama yang saling terhubung, meliputi:
- Jumlah kasus dan kematian akibat TB
- Tren insidens TB dari waktu ke waktu
- Situasi TB resisten obat
- Cakupan deteksi dan pengobatan TB
- Pendanaan program TB
- Kemajuan pencapaian Strategi End TB
Seluruh indikator tersebut digunakan untuk mendukung proses perencanaan, evaluasi, dan penguatan kebijakan pengendalian TB di tingkat nasional maupun global, dengan fokus pada pendekatan berkelanjutan dan berbasis data.
Global TB Report WHO 2025 menunjukkan adanya kemajuan dalam pengendalian TB secara global, yang tercermin dari penurunan jumlah kasus dan kematian di sejumlah wilayah. Meski demikian, laporan ini juga menyoroti tantangan serius, terutama keterbatasan pendanaan, yang berpotensi memperlambat pencapaian target eliminasi TB.

Perkembangan Strategi End TB dan Hasil Rapat Tingkat Tinggi WHO.
Berdasarkan estimasi terbaru, pada tahun 2024 TB diperkirakan menyerang 10,7 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan sekitar 1,23 juta kematian. Angka tersebut menempatkan TB sebagai penyebab kematian tertinggi akibat satu agen infeksius secara global, sekaligus menegaskan urgensi penguatan kolaborasi, investasi kesehatan, dan implementasi strategi pengendalian TB yang lebih efektif dan terintegrasi.
Tren Kasus dan Angka Kematian Tuberkulosis Terus Membaik

Penurunan Jumlah Kasus TB Global Selama Satu Dekade (2015-2025).
Secara global, angka kejadian tuberkulosis (TB) menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Pada 2024, insidens TB tercatat turun sekitar 1% dibandingkan tahun 2023, dengan akumulasi penurunan mencapai 12% sejak 2015. Data ini menegaskan progres berkelanjutan dalam pengendalian TB di tingkat dunia.
Dalam kurun 10 tahun terakhir, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan penurunan yang menonjol di berbagai kawasan, terutama:
- Afrika dengan penurunan sekitar 28%
- Eropa dengan penurunan mencapai 39%
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya akses diagnosis dan terapi. Sepanjang 2024, lebih dari 8 juta pasien TB berhasil terdeteksi dan memperoleh pengobatan sesuai standar. Penggunaan tes diagnostik cepat juga semakin luas, dengan cakupan global mencapai 54%, sehingga mempercepat penanganan sejak fase awal penyakit.
Perbaikan situasi turut terlihat pada TB resistan obat. Lebih dari 100 negara melaporkan penurunan kasus TB resistan obat, sementara 65 negara berhasil menekan angka kematian akibat TB hingga ≥35%. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas kolaborasi global dalam memperkuat sistem diagnosis, pengobatan, dan pemantauan TB secara berkelanjutan.
Pendanaan Jadi Tantangan Utama
Pendanaan masih menjadi tantangan paling krusial dalam upaya pengendalian tuberkulosis (TB) di tingkat global. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat bahwa hingga saat ini, pendanaan TB dunia baru mencapai sekitar 25% dari target yang ditetapkan untuk tahun 2027.
Kesenjangan pendanaan ini membawa konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat global. Jika tidak segera diatasi, dunia berpotensi menghadapi dampak besar hingga tahun 2035, antara lain:
- 10 juta tambahan kasus TB baru
- 2 juta kematian akibat TB
Capaian tersebut menunjukkan jarak yang masih lebar antara kondisi saat ini dan sasaran global yang telah disepakati. Strategi End TB menetapkan target ambisius berupa penurunan angka kejadian TB hingga 50% pada tahun 2025, namun realisasi di lapangan belum mencerminkan arah tersebut.
Situasi ini menegaskan bahwa penguatan komitmen pendanaan menjadi fondasi utama dalam percepatan eliminasi TB. Tanpa dukungan finansial yang memadai dan berkelanjutan, upaya deteksi dini, pengobatan, serta pencegahan TB akan sulit mencapai hasil yang diharapkan, baik di tingkat nasional maupun global.
Indonesia Menempati Posisi Kedua Kasus Tuberkulosis Dunia
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melalui laporan tahun 2025 mencatat Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, tepat di bawah India. Data ini menegaskan bahwa TB masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius di tingkat nasional dan global.
Pada tahun 2024, Indonesia diperkirakan menghadapi sekitar 1,1 juta kasus TB baru. Dari jumlah tersebut, tercatat kurang lebih 118.000 kematian, yang merepresentasikan sekitar 10% dari total kasus TB global. Angka ini menunjukkan beban penyakit yang besar serta dampak langsung terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Estimasi Tingkat Kejadian TB di Berbagai Negara.
Secara global, beban TB terkonsentrasi pada 30 negara yang secara kolektif menyumbang sekitar 87% kasus TB dunia.
- India berkontribusi sekitar 25% dari total kasus global
- Indonesia menjadi penyumbang terbesar kedua
- Disusul oleh Filipina dan Tiongkok (China)
Kondisi ini menggambarkan urgensi penguatan strategi pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TB yang berkelanjutan. Upaya kolaboratif lintas sektor, pemanfaatan teknologi diagnostik yang andal, serta peningkatan kesadaran publik menjadi kunci untuk menekan angka kasus dan kematian akibat TB di Indonesia.
Deteksi dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia

Indonesia Masuk Dalam Kategori “Endemis Tinggi” (Level 2 Dari 6) Berdasarkan Kategori Beban TB WHO.
Indonesia masih berada pada fase penting dalam penguatan deteksi dan pengobatan Tuberkulosis (TB). Tantangan utama terlihat dari selisih sekitar 10% antara estimasi kasus TB dan kasus yang berhasil dilaporkan, menjadikannya salah satu kesenjangan deteksi tertinggi di tingkat global. Meski demikian, tren nasional menunjukkan arah yang semakin positif.
- Tingkat deteksi TB tahun 2024 mencapai 81%, meningkat signifikan dibandingkan 77% pada 2023.
- Capaian ini mencerminkan penguatan sistem skrining, pelaporan, dan kolaborasi layanan kesehatan di berbagai wilayah.
Dari sisi pengobatan, kemajuan juga terlihat jelas.
- Sekitar 90% pasien TB dari total estimasi 1,092 juta kasus telah memperoleh terapi yang sesuai standar nasional.
- Angka ini menunjukkan akses pengobatan yang semakin merata dan keberlanjutan layanan yang lebih terjaga.
Secara epidemiologis, situasi TB nasional masih memerlukan kewaspadaan.
- Insidens TB tercatat 388 kasus per 100.000 penduduk, menegaskan bahwa TB tetap menjadi isu kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia.
Untuk Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO), Indonesia telah mencapai performa yang kompetitif secara global.
- Cakupan pengobatan minimal 80% berhasil dicapai, sejalan dengan capaian mayoritas negara dengan beban TB tinggi.
- Konsistensi terapi dan pemantauan pasien menjadi faktor kunci dalam menjaga keberhasilan ini.
Secara keseluruhan, peningkatan deteksi dan perluasan pengobatan menunjukkan komitmen nasional yang semakin kuat dalam pengendalian TB, dengan fokus pada kesinambungan layanan dan kualitas penanganan pasien.
Fokus dan Pendanaan
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa pengendalian tuberkulosis (TB) membutuhkan strategi yang terarah dan konsisten.
Pendekatan ini berfokus pada beberapa aspek kunci berikut:
- Pengawasan terfokus, untuk memastikan kasus TB terdeteksi lebih dini dan ditangani secara tepat.
- Pendanaan berkelanjutan, agar program pengendalian TB berjalan stabil tanpa terhambat keterbatasan sumber daya.
- Perluasan pemanfaatan tes cepat, sebagai langkah krusial dalam mempercepat diagnosis dan memutus rantai penularan.
Negara dengan beban TB tinggi, termasuk Indonesia, menjadi prioritas utama dalam implementasi strategi tersebut. Penguatan sistem deteksi dan pembiayaan yang memadai berperan langsung dalam meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.
Tanpa langkah intervensi yang lebih kuat dan terukur, pencapaian target global untuk mengakhiri TB berpotensi mengalami keterlambatan. Upaya yang terintegrasi dan berkesinambungan menjadi kunci agar eliminasi TB dapat direalisasikan secara nyata dan berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.
Tes Cepat Molekuler GeneXpert – Deteksi Tuberkulosis Resisten Obat hingga berbagai macam penyakit hanya dengan 1 Real-Time PCR Platform, ketahui selengkapnya melalui berikut ini:
Kesimpulan
Laporan Global Tuberculosis Report dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) tahun 2025 menggambarkan adanya kemajuan yang terukur dalam pengendalian tuberkulosis (TB) di tingkat global. Upaya deteksi dini, tata laksana pengobatan, serta penguatan layanan kesehatan menunjukkan hasil yang semakin konsisten.
Meski demikian, tantangan struktural masih terasa kuat, terutama terkait:
- Keterbatasan pendanaan yang memengaruhi kesinambungan program TB
- Beban kasus yang tinggi di sejumlah negara prioritas, termasuk Indonesia
- Kesenjangan akses layanan di wilayah dengan sumber daya terbatas
Untuk menjaga laju kemajuan tersebut, langkah strategis perlu diperkuat secara berkelanjutan, meliputi:
- Penguatan sistem deteksi TB agar kasus ditemukan lebih cepat dan akurat
- Pemerataan akses pengobatan yang berkualitas hingga ke layanan kesehatan dasar
- Komitmen pendanaan jangka panjang yang stabil dan terukur
Dengan pendekatan terintegrasi dan konsisten pada ketiga aspek tersebut, pencapaian target End TB tetap berada dalam jangkauan dan relevan untuk diwujudkan secara nyata.
Baca Juga:
Mengenal Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Pemeriksaan TBC
Penemuan Kasus Aktif (ACF): Solusi Efektif Akhiri Tuberkulosis
Tes Cepat Molekuler (TCM) Solusi Pemerintah RI Menangani TB
FAQ Seputar Laporan Tuberkulosis Global WHO 2025
1. Apa itu Global TB Report WHO?
Global TB Report adalah laporan tahunan dari World Health Organization (WHO) yang menggambarkan situasi tuberkulosis (TB) di tingkat global.
2. Data Apa yang Digunakan Dalam Global TB Report WHO 2025?
Laporan ini menggunakan data resmi dari 184 negara, survei nasional, dan pemodelan epidemiologi WHO.
3. Apa Saja Fokus Utama Global TB Report?
Laporan ini memuat data kasus dan kematian TB, tren kejadian, TB resisten obat, cakupan deteksi dan pengobatan, serta pendanaan program TB.
4. Berapa Jumlah Kasus TB Global Terbaru Menurut WHO?
Pada 2024, TB diperkirakan menyerang 10,7 juta orang dan menyebabkan sekitar 1,23 juta kematian di seluruh dunia.
5. Apakah Kasus TB Global Menunjukkan Penurunan?
Ya. Insidens TB global turun sekitar 1% pada 2024 dibandingkan 2023 dan menurun 12% sejak 2015.
6. Mengapa Tes Diagnostik Cepat Penting Dalam Pengendalian TB?
Tes cepat mempercepat diagnosis dan penanganan TB, dengan cakupan penggunaan global mencapai 54% pada 2024.
7. Apa Tantangan Terbesar Pengendalian TB Saat Ini?
Pendanaan. Saat ini, pendanaan global TB baru mencapai sekitar 25% dari target tahun 2027.
8. Mengapa Indonesia Menjadi Perhatian Dalam Laporan WHO 2025?
Indonesia berada di peringkat kedua jumlah kasus TB tertinggi di dunia dengan sekitar 1,1 juta kasus baru pada 2024.
9. Bagaimana Capaian Deteksi dan Pengobatan TB di Indonesia?
Tingkat deteksi TB mencapai 81%, dan sekitar 90% pasien TB telah memperoleh pengobatan sesuai standar.
10. Apa Fokus Utama WHO untuk Menekan Beban TB ke Depan?
Penguatan deteksi dini, pendanaan berkelanjutan, dan perluasan penggunaan tes diagnostik cepat.
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi Artikel:
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240116924