Home 9 Blog 9 Peran Kursi Donor dalam Mencegah Reaksi Vasovagal saat Donor Darah

Peran Kursi Donor dalam Mencegah Reaksi Vasovagal saat Donor Darah

Nov 4, 2025 • 5 minutes read

 

Efek Samping yang Berhubungan dengan Donor Darah

Donor darah memainkan peran penting dalam mendukung sistem layanan kesehatan, karena setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Meskipun prosedur ini umumnya aman, tetap ada kemungkinan munculnya efek samping selama atau setelah proses pengambilan darah, baik itu darah utuh maupun komponen darah tertentu.[1]

Beberapa efek samping yang mungkin dialami pendonor meliputi hematoma (memar di area bekas tusukan jarum), tromboflebitis (radang pembuluh darah), risiko infeksi, serta reaksi vasovagal / vasovagal response (VVR). Dari berbagai kemungkinan tersebut, reaksi vasovagal tercatat sebagai komplikasi paling umum yang terjadi pada pendonor darah, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah penelitian medis.[2]

 

Distribusi komplikasi donor darah

Distribusi komplikasi donor darah.[2]

Gejala reaksi vasovagal bisa ringan, seperti tubuh terasa lemas, mual, atau berkeringat dingin. Namun dalam beberapa kasus, gejala yang muncul bisa lebih berat, seperti kehilangan kesadaran atau bahkan kejang. Risiko terjadinya komplikasi ini umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, tinggi dan berat badan pendonor, jenis donor darah yang dilakukan, serta riwayat donor sebelumnya.[2]

 

Apa itu Reaksi Vasovagal?

Reaksi vasovagal pada donor darah terjadi ketika sistem saraf parasimpatis terlalu terstimulasi—baik sebagai respons langsung terhadap proses pengambilan darah maupun karena rasa cemas seputar donor—sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut nadi secara bersamaan (hipotensi disertai bradikardia). Hasilnya, donor dapat merasakan pusing sebelum, selama, atau setelah prosedur, kadang disertai sensasi kulit “lembap” dan keringat dingin yang tak nyaman.[3]

Sebagian donor mengalami gejala ringan saja, namun pada kasus yang lebih parah, penurunan tekanan dan detak jantung ini bisa memicu kehilangan kesadaran (sinkop). Selain itu, mual dan muntah mungkin muncul, dan dalam situasi ekstrem beberapa orang bahkan bisa mengalami inkontinensia urin atau tinja.[3]

Reaksi vasovagal terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:[2]

1. Reaksi Vasovagal Tingkat Ringan

Gejala yang umum muncul meliputi rasa lemas, keringat dingin, pusing, kulit tampak pucat, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, serta sensasi dingin pada permukaan kulit.

2. Reaksi Vasovagal Tingkat Sedang

Selain gejala ringan, pendonor dapat mengalami mual, muntah, atau kram otot (tetani).

3. Reaksi Vasovagal Tingkat Berat

Ditandai oleh munculnya gejala ringan atau sedang yang disertai inkontinensia urin atau tinja, hilang kesadaran, dan/atau kejang.

 

Insidensi Reaksi Vasovagal pada Donor Darah

Frekuensi tanda_gejala karakteristik VVR yang terjadi pada donor

Frekuensi tanda/gejala karakteristik VVR yang terjadi pada donor.[2]

Berbagai studi menunjukkan angka kejadian reaksi vasovagal (VVR) pada donor darah yang beragam. VVR menjadi komplikasi paling sering—mencakup 64,9% dari semua insiden—diikuti hematoma vena (32,4%) dan tusukan arteri (2,7%). Di Italia, total komplikasi pasca-donor dilaporkan 0,28%, dengan VVR menyumbang 71% dari keseluruhannya.[2]

Dalam suatu penelitian mencatat insiden VVR sebesar 0,64% dari seluruh prosedur donasi, di mana 98% kasus bersifat ringan. Gejala yang paling umum dirasakan donor adalah kelemahan (95,8%), sementara hanya satu peserta yang mengalami reaksi sedang dengan muntah dan perkembangan tetani. Sebaliknya, studi di India melaporkan 7% insiden VVR sedang hingga berat. Di Pakistan, reaksi vasovagal terdeteksi pada 13,2% donor, sedangkan di Yunani angkanya sekitar 0,87%. Perbedaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh variasi protokol klinis, desain penelitian, ambang penilaian, kondisi lingkungan, karakteristik populasi, dan faktor rasial.[2]

 

Mekanisme dan Faktor Risiko Reaksi Vasovagal pada Proses Donor Darah

Pada proses donor darah, reaksi vasovagal (VVR) sering kali muncul dalam dua bentuk, yaitu:[4]

1. Sinkop Vasovagal

Sinkop vasovagal merupakan respons berlebihan jantung dan pembuluh darah terhadap pemicu psikologis, seperti rasa cemas saat jarum ditusuk atau ketakutan pada prosedur, yang membuat denyut jantung turun drastis.

2. Hipotensi Ortostatik

Ketidakmampuan sistem saraf otonom menstabilkan tekanan darah ketika tubuh tiba-tiba berubah posisi atau setelah kehilangan sebagian darah.

Faktor-faktor yang terkait dengan peningkatan kemungkinan mengalami risiko VVR selama atau setelah donor darah meliputi status donor pertama kali, anak muda, mereka dengan berat badan rendah dan total darah sedikit, serta pada perempuan dan orang yang merasa gugup sebelum donor.[4]

Di tingkat sel, VVR disebabkan oleh refleks parasimpatis, yang dimediasi oleh saraf vagus. Aktivasi ini memperlambat denyut jantung dan merelaksasi pembuluh darah di ekstremitas bawah, sehingga volume darah yang sampai ke otak berkurang. Bila penurunan tekanan cukup tajam, terjadi pingsan sementara yang dikenal sebagai sinkop vasovagal.[2]

 

Pencegahan Reaksi Vasovagal

Strategi pencegahan bagi pendonor darah yang berisiko

Strategi pencegahan bagi pendonor darah yang berisiko.[1]

Beberapa langkah sederhana dapat secara signifikan menurunkan risiko terjadinya reaksi vasovagal (VVR) pada donor darah:[1]

 

1. Edukasi Mengenai Donor

    • Anjurkan donor mengonsumsi makanan atau minuman ringan sebelum datang.
    • Hindari merokok sebelum dan sesudah proses donor.
    • Setelah selesai donor, duduk tenang beberapa menit sebelum berdiri.
    • Pastikan tubuh terhidrasi cukup, baik sebelum maupun sesudah donor.

2. Dukungan Psikologis

    • Donor kali pertama atau yang tampak cemas sebaiknya mendapatkan pendampingan emosional terlebih dahulu.
    • Staf terlatih perlu siap memberikan penjelasan dan menenangkan agar kecemasan berkurang.

3. Fasilitas dan Komunikasi

    • Ruang donor sebaiknya luas, bersih, berventilasi baik, dan suasananya nyaman.
    • Sikap ramah dan komunikasi yang jelas dari tim medis membuat donor merasa lebih percaya diri.
    • Keahlian teknis petugas dalam mengambil sampel juga memengaruhi kenyamanan dan menurunkan kemungkinan VVR.

Dengan menerapkan kombinasi edukasi, dukungan psikologis, dan lingkungan yang kondusif, sebagian besar kejadian VVR dapat dicegah.

 

Dacor Donor Chair: Kursi Donor Berkualitas Terbaik Menjamin Keselamatan dan Kenyamanan Pendonor

Kursi donor Dacor adalah perangkat penunjang yang dirancang untuk memastikan kenyamanan pendonor selama proses pengambilan darah. Berikut beberapa keunggulan utama kursi ini:

  • Pengaturan posisi elektrik

Kursi dapat diatur secara otomatis ke dalam tiga mode sudut—kepala tinggi–kaki rendah, posisi netral, dan kepala rendah–kaki tinggi—hanya dengan sentuhan tombol.

  • Dukungan posisi Trendelenburg
Ilustrasi posisi trendelenburg

Ilustrasi posisi Trendelenburg.

Memungkinkan pendonor diletakkan dengan kaki lebih tinggi daripada kepala, sangat berguna saat reaksi vasovagal atau gejala hipotensi muncul.

  • Desain ergonomis EASNE

Mengutamakan keefektifan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan efisiensi sesuai standar EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien), sehingga meminimalkan kelelahan dan risiko cedera pada pendonor.

  • Material vinyl berkualitas tinggi

Pengisi kursi dilapisi vinyl upholstery yang bersifat antimikroba, antibakteri, dan tahan noda, serta mudah dibersihkan demi kebersihan dan keamanan pendonor.

  • Kapasitas beban hingga 158 kg

Mampu menampung berbagai tipe pendonor.

 

Berikut varian Dacor donor chair yang tersedia:

  • 4R4 211/ 4R4 213
Dacor Donor Chair 4R4 211 _ 4R4 213

Dacor Donor Chair 4R4 211/ 4R4 213.

 

Untuk informasi selengkapnya mengenai Dacor Donor Chair, Anda dapat mengunjungi halaman berikut ini:

Pelajari Selengkapnya

 

 

PT Medquest Jaya Global

Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan Inovatif dan Berkualitas Terbaik yang kami hadirkan:

Pelajari Selengkapnya

 

 

Referensi Artikel:

  1. Demircioğlu, S., Türk, A., Tomruk, A., Demircioğlu, H., & Tekinalp, A. (2025). Frequency of vasovagal reactions in whole blood donation and contributing factors. Medicine international, 5(3), 22. https://doi.org/10.3892/mi.2025.221
  2. Meena, M., & Jindal, T. (2014). Complications associated with blood donations in a blood bank at an Indian tertiary care hospital. Journal of clinical and diagnostic research : JCDR, 8(9), JC05–JC8. https://doi.org/10.7860/JCDR/2014/8297.4812
  3. Chaffin, J. (n.d.). Glossary. Blood Bank Guy. Retrieved June 26, 2025, from https://www.bbguy.org/education/glossary/glv03/
  4. Thijsen, A., Thorpe, R., Davison, T. E., Nguyen, L., & Masser, B. (2021). The vasovagal reaction experience among blood donors: A qualitative study of factors that affect donor return. Social science & medicine (1982), 282, 114142. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2021.114142
Share

Kualitas Terjamin, Layanan Kesehatan Terbaik!

Tingkatkan layanan kesehatan yang Anda berikan dengan menggunakan alat kesehatan yang terjamin kualitasnya dan diakui lembaga internasional.