Kaitan Antara Diabetes dan Demensia: Risiko, Mekanisme, dan Cara Pencegahannya
Sekilas Mengenai Diabetes
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang menyebabkan tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah. Gangguan ini muncul karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah serta organ vital, termasuk otak.[1]
Terdapat dua tipe utama diabetes: tipe 1 yang umumnya muncul sejak usia muda akibat kerusakan sel beta pankreas, dan tipe 2 yang sering terjadi pada orang dewasa akibat gaya hidup tidak sehat. Kedua tipe ini menimbulkan hiperglikemia yang menjadi dasar berbagai komplikasi serius, termasuk peningkatan risiko gangguan kognitif seperti demensia dan Alzheimer.[1]
Baca juga:
Diabetes: Endemi Baru Indonesia
Glycated Serum Protein: Marker Pemantau Kadar Gula Pasien DM
Peranan Pemeriksaan Darah Lengkap: Kunci Deteksi Dini Sindrom Metabolik
Memahami Demensia dan Penyakit Alzheimer

Perbedaan Alzheimer & Demensia. Sumber: Alz.org.
Demensia adalah gangguan penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku. Jenis yang paling sering ditemukan adalah penyakit Alzheimer, yang mencakup sekitar dua pertiga dari seluruh kasus demensia pada usia lanjut.[2]
Secara global, jumlah penderita demensia meningkat pesat. Data menunjukkan kenaikan dari sekitar 20 juta kasus pada tahun 1990 menjadi lebih dari 40 juta pada 2016, dan diperkirakan mencapai 150 juta orang pada 2050. Penyakit ini tergolong neurodegeneratif karena menyebabkan kematian sel saraf secara bertahap, terutama di area hipokampus yang berperan penting dalam memori.[2]
Faktor risiko utama Alzheimer adalah usia, diikuti kondisi metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas yang dapat mempercepat proses kerusakan otak.[2]
Baca juga:
Penyakit Alzheimer: Gejala, Penyebab dan Diagnosisnya
Demensia dan Alzheimer Berbeda atau Sama?
Alzheimer: Penyakit Tua & Tak Dapat Dicegah, Benarkah?
Bagaimana Diabetes Meningkatkan Risiko Demensia
Penderita diabetes, terutama tipe 2, memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan pembuluh darah akibat kadar gula darah tinggi yang menurunkan aliran darah ke otak. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan:[3, 4]
- Kerusakan pembuluh darah otak — Hiperglikemia kronis merusak dinding pembuluh darah kecil, mengurangi aliran darah ke otak, dan mengganggu suplai oksigen serta nutrisi.
- Stres oksidatif dan peradangan — Kondisi ini mempercepat penuaan sel otak serta menurunkan kemampuan regenerasi jaringan saraf.
- Gangguan sinyal insulin di otak — Penelitian dari National Institute on Aging menyebutkan bahwa resistensi insulin pada otak dapat mengganggu fungsi neuron dan mempercepat proses neurodegeneratif yang menyerupai Alzheimer.
Kombinasi faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap gangguan memori, kemampuan belajar, dan penurunan fungsi eksekutif otak pada penderita diabetes.[3, 4]
Keterkaitan Mekanisme Diabetes dan Alzheimer

Dasar Perubahan Fisiologis dan Patologis pada Penyakit Alzheimer dan Diabetes.[5]
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kemiripan mekanisme antara diabetes dan Alzheimer. Insulin yang tidak bekerja efektif pada otak menyebabkan gangguan metabolisme glukosa dan penumpukan protein abnormal seperti plak amiloid serta serabut neurofibriler — dua ciri khas utama Alzheimer.[4, 5]
Fenomena ini membuat sebagian peneliti menyebut Alzheimer sebagai “diabetes tipe 3”. Resistensi insulin di tubuh memicu diabetes tipe 2, sedangkan resistensi insulin di otak berkontribusi terhadap proses neurodegeneratif. Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan penurunan fungsi kognitif secara perlahan.[4, 5]
Dampak Jangka Panjang Diabetes terhadap Fungsi Otak
Hasil penelitian jangka panjang yang dimuat dalam jurnal JAMA menunjukkan bahwa semakin lama seseorang hidup dengan diabetes, semakin tinggi risikonya mengalami demensia.[6]
Data menunjukkan, dari setiap 1.000 orang berusia 70 tahun, terdapat 9 kasus demensia pada individu tanpa diabetes. Pada penderita diabetes kurang dari lima tahun, risikonya naik menjadi 10 kasus, dan meningkat hingga 18 kasus pada mereka yang telah mengidap diabetes lebih dari sepuluh tahun. Hal ini membuktikan bahwa durasi penyakit berperan penting terhadap penurunan fungsi otak di usia lanjut.[6]
Alat Kesehatan Deteksi Alzheimer:
INNOTEST β-AMYLOID(1-40) – Klik Di Sini Untuk Pelajari Selengkapnya
INNOTEST β-AMYLOID(1-42) – Klik Di Sini Untuk Pelajari Selengkapnya
INNOTEST hTAU Ag – Klik Di Sini Untuk Pelajari Selengkapnya
INNOTEST PHOSPHO-TAU(181P) – Klik Di Sini Untuk Pelajari Selengkapnya
Upaya Mengurangi Risiko Diabetes dan Demensia
Langkah pencegahan diabetes dan demensia memiliki kesamaan, terutama dalam penerapan pola hidup sehat. Penelitian dari Alzheimer’s Society menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur dan pola makan seimbang sejak usia paruh baya dapat menurunkan risiko keduanya secara signifikan.[4, 7]

Ilustrasi Pola Hidup Sehat.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:[4, 7]
- Berolahraga secara rutin. Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, memperbaiki sensitivitas insulin, dan meningkatkan aliran darah ke otak.
- Kurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Kedua kebiasaan ini merusak pembuluh darah dan mempercepat penuaan sel saraf.
- Pertahankan kesehatan mental dan sosial. Depresi dan isolasi sosial dapat mempercepat penurunan kognitif, sehingga penting untuk tetap aktif bersosialisasi.
- Lindungi indera dan kepala. Gunakan alat bantu dengar bila diperlukan dan hindari cedera kepala yang dapat memperburuk risiko Alzheimer.
Menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh bukan hanya menurunkan risiko diabetes, tetapi juga membantu otak tetap tajam hingga usia lanjut.[4, 7]
PT Medquest Jaya Global
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan, kami berkomitmen menyediakan alat kesehatan dan solusi inovatif guna mendukung program kesehatan nasional di Indonesia. Kunjungi halaman berikut untuk informasi lebih lanjut mengenai Alat Kesehatan inovatif dan berkualitas terbaik yang kami hadirkan:
Referensi Artikel:
- Sapra, A., & Bhandari, P. (2023, June 21). Diabetes. In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan–. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551501/
- Kumar, A., Sidhu, J., Lui, F., & et al. (2024, February 12). Alzheimer disease. In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan–. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499922/
- Rost, N. S., Brodtmann, A., Pase, M. P., van Veluw, S. J., Biffi, A., Duering, M., Hinman, J. D., & Dichgans, M. (2022). Post-stroke cognitive impairment and dementia. Circulation Research, 130(8), 1252–1271. https://doi.org/10.1161/CIRCRESAHA.121.319956
- Budson, A. E. (2021, July 12). What’s the relationship between diabetes and dementia? Harvard Health Blog. Retrieved October 13, 2025, from https://www.health.harvard.edu/blog/whats-the-relationship-between-diabetes-and-dementia-202107122546
- Peng, Y., Yao, S. Y., Chen, Q., Jin, H., Du, M. Q., Xue, Y. H., & Liu, S. (2024). True or false? Alzheimer’s disease is type 3 diabetes: Evidences from bench to bedside. Ageing Research Reviews, 99, https://doi.org/10.1016/j.arr.2024.102383
- Amidei, C. B., Fayosse, A., Dumurgier, J., Machado-Fragua, M. D., Tabak, A. G., van Sloten, T., Kivimäki, M., Dugravot, A., Sabia, S., & Singh-Manoux, A. (2021). Association between age at diabetes onset and subsequent risk of dementia. JAMA, 325(16), 1640–1649. https://doi.org/10.1001/jama.2021.4001
- Alzheimer’s Society. (n.d.). Reduce your risk of dementia. Retrieved October 13, 2025, from https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/managing-the-risk-of-dementia/reduce-your-risk-of-dementia